EmitenNews.com - PT DCI Indonesia Tbk dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk menjadi dua perusahaan dengan harga saham tertinggi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2025. Bayangkan saja, untuk memiliki satu lot dua saham dengan kode DCII dan DSSA itu, para investor harus merogoh kocek hingga puluhan juta.

Mengutip data BEI per 30 Desember 2025, harga saham DCII tercatat Rp200.000. Angka ini melesat 375,06% dari periode sama 2024 Rp42.100.

Sementara harga saham DSSA naik 172,98% dari Rp37.000 menjadi Rp101.000.

Dengan catatan-catatan itu, investor yang ingin memiliki satu lot saham DCII harus menyiapkan dana Rp20 juta. Sementara untuk satu lot DSSA sebesar Rp10,1 juta.

Jika melihat ke belakang, saham DCII mulai terus bergerak naik sejak awal tahun. Harganya mulai tembus Rp100.000 per saham pada 26 Februari 2025. Saat itu, DCII menutup hari di level Rp116.125.

Kenaikan itu pun makin tak terbendung hingga mencapai level penutupan tertingi Rp359.900 pada 15 Agustus 2025. Namun setelah itu, harga DCII berangsur turun dan menutup tahun 2025 di level Rp200.000.

Berbeda dengan DCII, harga saham DSSA justru cukup volatile dalam kurun waktu awal tahun hingga awal Mei 2025. Saat itu, saham DSSA bergerak dalam kisaran Rp37.000 hingga Rp45.900.

Kondisi tersebut menjadi momentum kebangkitan DSSA saat harganya perlahan merangkak dan mulai menembus level Rp109.800 pada penutupan 3 September 2025. Sayangnya, pergerakan DSSA kembali volatile dan bergerak dengan kisaran harga tertinggi Rp115.000 hingga Rp81.400 dan menutup tahun di level Rp101.000.

So, apakah harga kedua saham ini sudah cukup mahal atau justru masih layak untuk dikoleksi? (*)