EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan sesi I Jumat (20/2/2026) di zona merah, tertekan pelemahan mayoritas bursa Asia. IHSG terkoreksi 0,16 persen atau turun 12,928 poin ke level 8.261,153.

Mengacu data IDX, sebanyak 402 saham melemah, 252 saham menguat, dan 161 saham stagnan. Total volume saham diperdagangkan mencapai 25,8 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp11,3 triliun.

Secara sektoral, pergerakan indeks didominasi pelemahan. IDXBASIC turun 0,53 persen, IDXCYCLICAL naik 0,40 persen, IDXENERGY terkoreksi 0,97 persen, IDXFINANCE turun 0,10 persen, dan IDXHEALTH melemah 0,63 persen.

Adapun, IDXINDUSTRY menguat 0,61 persen, IDXINFRA naik 0,38 persen, IDXTECHNO terapresiasi 0,53 persen, dan IDXTRANS memimpin penguatan dengan kenaikan 1,08 persen. Adapun IDXNONCYC turun 1,01 persen dan IDXPROPERTY terkoreksi paling dalam sebesar 1,18 persen.

Dari sisi pergerakan saham, top movers yang menopang indeks antara lain emiten grup Astra yakni, UNTR yang naik 1,81 persen ke Rp30.825, DCII menguat 1,69 persen ke Rp215.600, serta BBRI naik 1,32 persen ke Rp3.820.

Melihat sisi lain, saham-saham yang menjadi pemberat (laggards) di antaranya CUAN yang merosot 3,41 persen ke Rp1.695, PANI turun 3,24 persen ke Rp10.450, dan BRPT melemah 2,85 persen ke Rp2.040.

Tekanan tambahan juga datang dari saham grup konglomerasi besar seperti grup Barito Prajogo Pangestu yakni, PTRO terkoreksi 3,1 persen, CDIA turun 2,97 persen, serta TPIA melemah 0,74 persen.

IHSG sempat bergerak volatil pada awal perdagangan, sebelum akhirnya ditutup melemah tipis pada akhir sesi pertama.