IDXINDUST

 0.00%

IDXINFRA

 0.00%

IDXCYCLIC

 0.00%

MNC36

 0.00%

IDXSMC-LIQ

 0.00%

IDXHEALTH

 0.00%

IDXTRANS

 0.00%

IDXENERGY

 0.00%

IDXMESBUMN

 0.00%

IDXQ30

 0.00%

IDXFINANCE

 0.00%

I-GRADE

 0.00%

INFOBANK15

 0.00%

COMPOSITE

 0.00%

IDXTECHNO

 0.00%

IDXV30

 0.00%

ESGQKEHATI

 0.00%

IDXNONCYC

 0.00%

Investor33

 0.00%

IDXSMC-COM

 0.00%

IDXBASIC

 0.00%

IDXESGL

 0.00%

DBX

 0.00%

IDX30

 0.00%

IDXG30

 0.00%

ESGSKEHATI

 0.00%

KOMPAS100

 0.00%

PEFINDO25

 0.00%

BISNIS-27

 0.00%

ISSI

 0.00%

MBX

 0.00%

IDXPROPERT

 0.00%

LQ45

 0.00%

IDXBUMN20

 0.00%

IDXHIDIV20

 0.00%

JII

 0.00%

IDX80

 0.00%

JII70

 0.00%

SRI-KEHATI

 0.00%

SMinfra18

 0.00%

KB Bukopin
victoria sekuritas

Melonjak 52,73 Persen, Laba Dharma Satya (DSNG) Jadi Rp727 Miliar di Tahun 2021

23/02/2022, 09:45 WIB

Melonjak 52,73 Persen, Laba Dharma Satya (DSNG) Jadi Rp727 Miliar di Tahun 2021

EmitenNews.com - Emiten Industri Pengolahan Kelapa Sawit, Industri Pengolahan Kayu dan Perkebunan PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) membukukan laba bersih Rp727,15 miliar pada tahun 2021, naik 52,73 persen dibandingkan tahun 2020 yang terbilang Rp476,63 miliar.

 

Merujuk data laporan keuangan tahun 2021 telah audit emiten papan utama yang listing sejak 14 Juni 2013 itu pada laman Bursa Efek Indonesia(BEI), Rabu(23/2/2022).

 

Disebutkan, penjualan tumbuh 6,3 persen menjadi Rp7,124 triliun. Rincinya, penjualan kepada PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk senilai Rp2,304 triliun, PT Wilmar Nabati Indonesia senilai Rp1,239 triliun, dan PT Kutai Refinery Nusantara sebesar Rp957,02 miliar.

 

Walau beban pokok penjualan bengkak 3,07 persen menjadi Rp5,099 triliun, tapi laba kotor tumbuh 15,59 persen menjadi Rp2,024 triliun.

 

Sementara itu, aset menyusut 3,1 persen menjadi Rp13,712 triliun, hal itu ditopang terpapasnya utang bank jangka panjang setelah dikurangi bagian jatuh tempo satu tahun sedalam 18,4 persen menjadi Rp3,503 triliun.

 

Liabilitas DSNG tercatat hingga akhir tahun 2021 senilai Rp6,68 triliun atau turun dari akhir tahun 2020 yang tercatat Rp7,92 triliun. Untuk posisi ekuitas tercatat sebesar Rp7,02 triliun atau malah naik dari sebelumnya Rp6,23 triliun.

 

Adapun posisi kas dan setara kas akhir tahun emiten perkebunan ini tercatat senilai Rp419,87 miliar atau terpangkas dari posisi akhir tahun 2020 yang tercatat sebesar Rp604,53 miliar.


Author: Rizki