Membentuk Bank UMKM? Inilah Faktor yang Patut Dipertimbangkan!
:
0
Membentuk Bank UMKM? Inilah Faktor yang Patut Dipertimbangkan! Dok. Tempo
EmitenNews.com - Pemerintah merencanakan untuk membentuk bank usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Rencana itu bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan kredit usaha rakyat (KUR) kepada pelaku UMKM. Apa saja faktor yang patut dipertimbangkan?
Rencana itu akan dirintis oleh Menteri Keuangan dengan mengambil alih Permodalan Nasional Madani (PNM) dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). Selama ini, PNM adalah bagian dari Holding BUMN Ultra Mikro (UMi) dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk atau BRI sebagai induk perusahaan (holding company).
Dalam jangka panjang, PNM akan menjadi kendaraan misi khusus atau special misson vehicle (SMV). Kelak SMV itu akan di bawah komando Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang digadang-gadang menjadi bank UMKM.
Aneka Pertimbangan
Lantas, faktor apa saja yang layak untuk dipertimbangkan dalam membentuk bank UMKM?
Pertama, selama ini kredit ke segmen UMKM tampak terseok-seok. Mengapa? Karena penebalan ketidakpastian ekonomi global gegara perang AS-Israel melawan Iran. Dengan cerdik, Iran menutup Selat Hormuz sehingga pasokan minyak dunia mendadak tersendat. Akibatnya, harga minyak mentah dunia melesat bagai tidak dapat lagi dikendalikan.
Bagaimana kinerja pertumbuhan kredit perbankan pada kuartal I-2026? Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa kredit perbankan hanya tumbuh single digit tepatnya 9,46 persen (yoy) per Maret 2026 menjadi Rp 8.659 triliun. Dana pihak ketiga (DPK) tumbuh lebih subur 13,55 persen menjadi Rp 10.231 triliun.
Dari sisi penggunaan, kredit investasi menjadi motor utama dengan pertumbuhan paling tinggi 20,85 persen. Dari sisi kategori debitur, kredit korporasi tumbuh tertinggi 14,88 persen.
Pertumbuhan kredit itu naik dari 9,37 persen per Februari 2026. Apa maknanya? Fungsi intermediasi perbankan tetap berjalan meskipun masih di bawah target pertumbuhan kredit 10-12 persen pada 2026 menurut OJK. Proyeksi itu lebih optimis daripada proyeksi Bank Indonesia (BI) sebesar 8-12 persen.
Sementara ini, kredit ke segmen UMKM mulai tumbuh 0,12 persen. Angka itu lebih tinggi dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang justru mengalami kontraksi 0,56 persen pada Februari 2026. KUR tumbuh positif 0,21 persen dengan baki debit Rp 522 triliun.
Related News
TLKM Boncos di GOTO, Kini Danantara Masuk: Negara Tak Ambil Pelajaran?
Anatomi dan Skenario Pelemahan Rupiah
Pro-Kontra Pajak Mobil Listrik: Netralitas vs Agenda Dekarbonisasi
Hati-hati! Mengapa Kita Tidak Boleh Terlena Pertumbuhan PDB 5,61%?
Saham Bank Terus Turun: NPL sebagai Alasan atau Sekadar Kambing Hitam?
Sell in May Hanyalah Alibi, Ini Penyebab Sebenarnya IHSG Melemah





