Terlebih, beban lain-lain naik 13,01 persen menjadi Rp547,05 miliar.

 

Pemicunya, kerugian dari investasi dalam saham menyentuh Rp389, 86 miliar.

 

Akibatnya, emiten telekomunikasi grup Sinarmas itu mengalami rugi sebelum pajak sebesar Rp403,41 miliar.

 

Data tersebut tersaji dalam laporan keuangan semester I 2023 FREN, yang diunggah pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (31/7/2023).

 

Sementara itu, total kewajiban berkurang 0,12 persen dibanding akhir tahun 2022 menjadi Rp30,693 triliun.

 

Pada sisi lain, jumlah ekuitas menyusut 3,4 persen dibanding akhir Desember 2022 menjadi Rp15,216 triliun.