EmitenNews.com -Kinerja APBN sampai dengan triwulan III - 2023 terjaga positif. Pendapatan negara masih tumbuh positif, walaupun mulai menunjukkan tren perlambatan seiring dengan moderasi harga komoditas dan perlambatan pertumbuhan global, sehingga perlu diwaspadai dan diantisipasi. Kinerja belanja negara tetap ekspansif untuk menjaga momentum pemulihan ekonomi, mendukung berbagai agenda pembangunan, dan melindungi daya beli masyarakat. Kinerja fiskal terjaga baik dengan surplus keseimbangan primer sebesar Rp389,7 triliun dan surplus anggaran sebesar Rp67,7 triliun atau 0,32% PDB.  Selain itu, rasio utang terhadap PDB hingga triwulan III terjaga di level 37,95%.

 

Pendapatan negara melambat namun masih tumbuh positif 3,1% dengan realisasi mencapai Rp2.035,6 triliun atau 82,6% dari target APBN. Penerimaan Perpajakan mencapai Rp1.583,3 triliun (78,3% dari target APBN) atau tumbuh 2,6% yoy terutama ditopang oleh PPh Non Migas (tumbuh 6,7% yoy) dan PPN Dalam Negeri (tumbuh 6,4% yoy). Secara sektoral, kinerja penerimaan perpajakan ini ditopang oleh penerimaan dari sektor pertambangan, jasa keuangan dan asuransi, serta transportasi dan pergudangan. Kinerja penerimaan perpajakan ini terutama dipengaruhi oleh penguatan pemulihan aktivitas ekonomi di tengah moderasi harga komoditas.

 

Realisasi PNBP mencapai Rp451,5 triliun (102,3% dari target) atau tumbuh 4,6% yoy, ditopang oleh PNBP SDA Non Migas yang tumbuh 52,3% yoy dan PNBP KND yang tumbuh 74,2% yoy di tengah harga komoditas yang termoderasi. Pertumbuhan pada PNBP SDA dipengaruhi oleh tarif iuran produksi/royalti, sedangkan pertumbuhan PNBP KND dipengaruhi oleh setoran dividen BUMN khususnya dari sektor perbankan.

 

Realisasi belanja negara sampai dengan triwulan III - 2023 mencapai Rp1.967,9 triliun (64,3% dari pagu APBN), terdiri dari realisasi Belanja Pemerintah Pusat yang mencapai Rp1.396,9 triliun (62,2% dari pagu APBN) atau tumbuh 2,6% yoy dan Transfer ke Daerah mencapai Rp571,0 triliun atau 70,1% dari pagu APBN. Realisasi belanja tersebut ditujukan untuk belanja yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat melalui program perlindungan sosial (PKH, Sembako, PIP, KIP Kuliah, Bantuan Ternak, subsidi dan kompensasi energi, subsidi perumahan), dukungan bagi petani dan UMKM, pendidikan, pembangunan infrastruktur, dan mendukung pelaksanaan agenda pembangunan seperti penurunan stunting, penghapusan kemiskinan ekstrem, penguatan SDM, dukungan pelaksanaan Pemilu, pembangunan IKN, dan penyelesaian Proyek Strategis Nasional (PSN).

 

Realisasi pembiayaan anggaran sampai dengan triwulan III - 2023 mencapai Rp162,99 triliun (27,25% terhadap Pagu), didorong strategi pembiayaan anggaran yang prudent, produktif, dan efisien. Realisasi pembiayaan utang (neto) mencapai Rp198,9 triliun (28,6% terhadap pagu). Adapun realisasi pembiayaan investasi (neto) mencapai Rp35,9 triliun yang dimanfaatkan untuk mendukung proyek strategis, peningkatan kualitas SDM, dan penyehatan BUMN. Sampai dengan akhir September 2023, rasio utang terhadap PDB mencapai 37,95%. Dampak dinamika pasar keuangan global terhadap pasar SBN terus diantisipasi dan dimitigasi.