Mencermati Strategi Investasi Jangka Panjang Adhi Karya (ADHI) di Jalan Tol
EmitenNews.com—BUMN konstruksi PT Adhi Karya Tbk (ADHI) menaruh pilihan pada proyek investasi jangka panjang, namun dengan pertimbangan hanya mendapatkan pekerjaan konstruksinya saja. Performa komersial menjadi poin utama dari sebuah proyek infrastruktur.
Direktur Utama Adhi Karya (ADHI), Entus Asnawi Mukhson, menjelaskan pihaknya memutuskan membatasi investasi jangka panjangnya. Emiten konstruksi pelat merah ini hanya memilih sektor bisnis yang secara komersial menguntungkan.
Jika prospeknya menguntungkan, maka proyek memiliki nilai jual yang tinggi di mata investor ketika dilepas atau divestasi.
"Terus terang, kami untuk investasi, ke arah, misalnya, jangka panjang ini memang agak kita batasi walaupun kita masuk dengan tujuan mendapatkan pekerjaan konstruksinya dan setelah itu kita exit. Karena itu juga pilihannya harus yang bagus, performa komersialnya, supaya pada saat kita mau melepas ada yang mau membeli," ungkap Entus saat gelaran ADHI Expo, Rabu (1/3/2023).
ADHI memang bersiap berinvestasi di proyek infrastruktur jalan tol. Salah satunya, Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) Elevated ruas Cikunir-Ulujami. Perusahaan digadang-gadang akan menggelontorkan nilai investasi sebesar Rp 2,1 triliun.
Entus menilai Tol JORR Elevated ruas Cikunir-Ulujami cukup potensial secara bisnis, lantaran volume lalu lintas atau traffic yang tinggi. Di mana, lalu lintas harian rata-rata (LHR) mencapai 25.000 per harinya.
"Kita masuk di Jogja-Solo, Jogja Bawen, kemudian Elevated Cikunir-Ulujami, karena saya kira dengan LHR di atas 25.000 per hari, ini juga menarik untuk investor," kata dia.
ADHI melalui anak usahanya juga mulai menggarap sektor usaha baru seperti sektor limbah, air, dan oil and gas yang sifatnya bukan eksplorasi, hingga pembangkit listrik. Perluasan bisnis itu karena ada peluang dan perusahaan yang diyakini memiliki kompetensi.
"Kita masuki karena ada peluang disitu yang sangat mungkin dengan kompetensi kita, kita bisa melakukannya. Jadi ini yang kami upayakan dari generasi mudah ini untuk bisa tetap menapaki lebih banyak," tandasnya.
Related News
Jinlong Buka Tender Wajib FITT di Rp296, Deadline 6 Maret
Perkuat Kepemilikan di INET, PT Abadi Kreasi Borong 124,4 Juta Saham
Edwin Soeryadjaya Borong 1,53 Juta Saham SRTG Harga Bawah
Anak Usaha SOLA Garap Proyek Jalan Hauling Batubara RMK Group
Kawal Harga, BREN Buyback Rp2 Triliun
AEI Dukung Free Float 15%, Minta Bertahap dan Perhatikan Daya Serap





