EmitenNews.com - Laporan keuangan tahun buku 2024 Panca Mitra (PMMP) mendapat opini disclaimer. Tidak menyatakan pendapat itu, diberikan auditor independen dari kantor Akuntan Publik Paul Hadiwinata, Hidajat, Arsono, Retno, Palilingan dan rekan pada 29 Januari 2026. 

Merespons itu, Martinus Soesilo, Direktur Utama Panca Mitra mengaku menghormati independensi auditor. Opini disclaimer diberikan kepada emiten besutan Kaesang Pangarep tersebut karena auditor tidak dapat memperoleh bukti audit cukup, dan tepat untuk mendasari opini atas laporan keuangan. Kondisi tersebut disebabkan oleh sejumlah faktor.

Yaitu, berkurangnya sumber daya manusia. Maklum, sejak kuartal awal 2025, perseroan melakukan penyesuaian opersional dan organisasi, termasuk pengurangan jumlah karyawan, pengurangan jam kerja karyawan, dan penutupan beberapa lokasi operasional. Itu menyebabkan keterlambatan dalam penyampaian laporan maupun pada proses pengelolaan, penyimpanan, dan penelusuran dokumen pendukung. 

Nah, untuk mencarikan dokumen pendukung atas sample yang diminta oleh auditor memerlukan waktu lebih lama. Pergantian AP dan KAP di tengah pelaksanaan audit masih berlangsung. Sebelumnya, perseroan menunjuk KAP Mirawati Sensi Idris, untuk melaksanakan audit tahun buku 2024. 

Proses pelaksanaan audit sedang berjalan dengan progress di atas 50 persen. Namun, pada September 2025, salah satu debitur bank meminta untuk penggantian KAP karena terkait dengan proses pengajuan restrukturisasi utang. Prosedur audit untuk audit tahun pertama tentunya sedikit berbeda dengan audit tahun kedua, dan seterusnya. 

Karena harus melaksanakan understanding client mulai dari awal lagi, namun di sisi lainnya sumber daya manusia perseroan terbatas. Menindaklanjuti itu, perseroan telah dan sedang mengambil langkah proaktif. Yaitu, menambah jam kerja karyawan. Di mana, karyawan sebelumnya masuk secara bergantian atau dirumahkan, ditugaskan untuk masuk kembali.

Kemudian, menunjuk KAP Paul Hadiwinata, Hidajat, Arsono, Retno, Palilingan dan rekan untuk tahun buku audit 2025. Meski terdapat opini disclaimer, manajemen optimistis perusahaan tetap dapat melanjutkan usaha. Itu ditandai dengan bertambahnya kontrak-kotrak penjualan baru, dukungan dari supplier bahan baku, da? efisiensi operasional.

”Sebagai wujud transparansi, perseroan akan mengadakan public expose insidentil untuk menjelaskan rincian situasi ini kepada public, yang jadwalnya akan kami sampaikan segera. Manajemen berkomitmen penuh untuk memperbaiki kualitas laporan keuangan, dan kepatuhan terhadap peraturan Bursa Efek Indonesia, dan Otoritas Jasa Keuangan. (*)