Mendapat Opini WDP, Begini Penjelasan Panasia Resources (HDTX)
:
0
EmitenNews.com - PT Panasia Indo Resources (HDTX) mendapat opini wajar dengan pengecualian (WDP) dari akuntan publik. WDP itu menyetempel laporangan keuangan perseroan edisi 2021. Opini auditor itu, didasari sejumlah pertimbangan.
Laporan keuangan periode 2021 sebagai basis data mengungkap fakta, Panasia mencatat utang lain-lain Rp36,94 miliar, utang bank jangka pendek Rp105,59 miliar, dan rugi bersih Rp41,97 miliar. Efeknya, sepanjang tahun lalu perseroan mencatat defisit Rp1,94 triliun.
Laporan keuangan konsolidasian disusun berdasar asumsi kelangsungan usaha perseroan. Berpijak pada asumsi kelangsungan usaha itu, auditor tidak mendapatkan bukti audit yang memadai untuk seluruh dokumen mengenai rencana manajemen, dan prospek bisnis grup untuk masa mendatang.
Oleh karena itu, auditor tidak dapat menentukan apakah rencana manajemen grup dapat mendukung kewajaran asumsi kalau grup menggunakan basis kelangsungan usaha, dan mampu membayar kewajiban saat jatuh tempo di masa mendatang.
”Mengenai going concern, perusahaan menjalankan divisi garment, menyewakan tanah, dan bangunan, menerima maklun produksi benang spun, dan polyester stapel fiber, menjual sebagian aset, terutama yang tidak produktif untuk modal kerja, dan bisnis baru,” tulis Astiya, Corporate Secretary Panasia Indo Resources. (*)
Related News
Laba Mandiri Melesat 19,6% Capai Rp46,5 Triliun Hingga Oktober 2026
Tambah Modal, Garuda Indonesia (GIAA) Rights Issue 248,71 Miliar Saham
Medco Energi (MEDC) Terbitkan Obligasi USD300 Juta, Jatuh Tempo 2032
Anggota HSC, Emiten Permen Kenyal Siap Tebar Dividen Interim Rp126,75M
Kepemimpinan AMOR Solid, Siapkan Dividen Final Rp23 Per Saham
Pasang Target Rp2 Triliun, BSI (BRIS) Tawarkan Sukuk Mudharabah





