EmitenNews.com-Kementerian Kelautan dan Perikanan mengabadikan keindahan bawah laut perairan Mandeh di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, melalui turnamen fotografi dan videografi bawah laut. 

Salah satu objek pengambilan gambar adalah Barang Muatan Kapal Tenggelam (BMKT) dari MV Boelongan Nederland yang tenggelam pada tahun 1942 saat Perang Dunia II.


"Mandeh ini kan icon Sumatera Barat, landscapenye luar biasa indah begitu juga bawah lautnya. Kita ingin orang melihat Mandeh ini, tapi yang datang itu diharapkan orang yang berkualitas yaitu yang paham dengan alam dan tahu menjaga alam, bukan malah merusak alam," ungkap Asisten Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Media dan Komunikasi Publik Doni Ismanto ketika menutup turnamen fotografi dan videografi bawah laut di Pesisir Selatan, Jumat (19/8/2022).

Turnamen ini diikuti sebanyak 15 peserta yang datang dari berbagai daerah di Indonesia. Di hari pertama, mereka mulai menyelam di perairan Mandeh pada Rabu 17 Agustus usai melangsungkan upacara bendera di bawah air. 


Lokasi penyelaman pertama di sekitar Pulau Cubadak yang terkenal dengan keanekaragaman hayatinya.

Lokasi penyelaman selanjutnya di esok hari, adalah BMKT MV Boelongan Nederland di kedalaman sampai 30 meter dari permukaan laut. Kapal milik Belanda yang dibuat pada tahun 1915 tersebut tenggelam akibat serangan tentara Jepang pada awal tahun 1942.

Bangkai kapal Boelongan yang masih terlihat utuh itu, kini menjadi habitat terumbu karang, dan beragam biota laut seperti penyu dan gerombolan ikan. 


Penyelaman di area ini didampingi oleh safety driver untuk memastikan keselamatan para penyelam sekaligus menjaga kelestarian kekayaan laut Mandeh.

Usai penyelaman di tiap lokasi, para peserta selanjutnya melakukan aksi mengambil sampah yang tampak di area penyelaman, sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga kesehatan laut. Sampah plastik yang terkumpul terbilang sedikit menunjukkan masih alaminya kawasan ini.

"Ini adalah kegiatan positif yang penyelenggarannya melibatkan banyak pihak, mulai dari pemda hingga komunitas penyelaman. Sinergi yang sangat baik. Harapan kami kegiatan ini membawa dampak ekonomi sikular yang tentunya tidak hanya manfaat ekonomi tapi juga sumber daya alamnya tetap terjaga, karena laut Mandeh ini masih alami sekali dan bersih," papar Doni.