Mengekor Wall Street, IHSG Kembali Menyala

Seseorang berjalan berlatar layar gerakan IHSG. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street kemarin kembali ditutup menguat. Itu setelah bergerak cukup fluktuatif ditopang kenaikan saham sektor teknologi. Ya, sektor tekonologi diuntungkan kebijakan terbaru presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Berdasar kebijakan terbaru Trump, beberapa kategori barang dikecualikasn dari kebijakan tersebut. Misalnya, smartphone, komputer, dan barang elektronik (termasuk semikonduktor) dari pengenaaan tarif resiprokal. Pengecualian itu, bersifat tidak permanen, dan menjadi objek tarif impor 20 persen soal Fentanyl.
Penguatan kembali bursa Wall Street diprediksi menjadi sentimen positif pasar. Sementara itu, tidak sedikit emiten melakukan buyback, dan membagi dividen berpeluang menjadi tambahan katalis positif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG).
Oleh sebab itu, Indeks diprediksi akan bergerak melanjutkan penguatan dengan kisaran support 6.295-6.220, dan resistance 6.440-6.515. Menilik data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia merekomendasikan investor untuk mnnyerok saham JPFA, TINS, GOTO, MAPI, BRIS, dan ERAA. (*)
Related News

IHSG Ditutup Naik 0,72 Persen, Ini Pendorongnya

PPATK Blokir 5 Ribu Rekening Terkait Judol Senilai Rp600 Miliar

Ekspor Industri Kerajinan pada 2024 Tembus USD679 Juta

Kejar Target Lifting, Bahlil Minta ENI Percepat Proyek Migasnya

Ikuti Jejak Wall Street, IHSG Kembali Menguat

Orbit Zona Hijau, IHSG Jajal Level 6.800