Mengekor Wall Street, IHSG Loyo
:
0
Suasana main Hall Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street kembali ditutup melemah. Itu menyusul lonjakan harga minyak mentah dikhawatirkan mendorong lonjakan inflasi, dan menekan perekonomian. Akhir pekan lalu harga minyak jenis WTI melejit 3,81 persen menjadi USD98,71 per barel, dan Brent menguat 2,67 persen menjadi USD103,14 per barel.
Kenaikan harga minyak kembali terjadi setelah sempat mengalami koreksi setelah pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menyatakan Selat Hormuz harus tetap ditutup sebagai alat untuk menekan musuh. Sementara itu, Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth menegaskan AS akan menangani penutupan Selat Hormuz sehingga tidak perlu dikhawatirkan.
Koreksi Wall Street seiring kekhawatiran investor terhadap potensi lonjakan inflasi diprediksi menjadi sentimen negatif pasar. Wacana pennaikan batas defisit APBN dari maksimal 3 persen berpeluang menjadi tambahan sentimen negatif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG).
So, indeks diprediksi melanjutkan pelemahan. Sepanjan perdagangan hari ini, Senin, 16 Maret 2026, indeks akan menyusuri kisaran support 7.000-6.865, dan area resistance 7.275-7.410. Berdasar data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menjagokan saham ADMR, PTBA, INDY, AADI, ITMG, dan AKRA sebagai bahan koleksi. (*)
Related News
Tren Diversifikasi Aset Digital di Tengah Pemulihan Pasar Kripto
Akhiri Juli IHSG Melesat ke 6.236, Dua Saham Bakrie Volume Teraktif
IHSG Sesi I (31/7) Pertahankan Penguatan di Atas Level 6.200
IHSG Lanjutkan Penguatan, Dibuka Naik 0,65 Persen ke 6.226
Korea Investment (KISI) Soroti Peluang Lanjut Reli IHSG
Insentif Pajak Vokasi 200 Persen Sepi Peminat, Kemnaker Buka Suara





