Meningkat Minat Investor Ritel Domestik IPOT Fasilitasi Beli Saham IPO
:
0
PT Indo Premier Sekuritas (IPOT). Dok. Investor Daily.
EmitenNews.com - Meningkatnya minat investor ritel khususnya domestik menggerakkan PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) memfasilitasi pembelian saham-saham Initial Public Offering (IPO). IPOT menawarkan sistem refund dana cepat dan tampilan saham di portofolio sebelum hari pencatatan. Juga menghadirkan fitur indikator real-time.
“Minat investor ritel terhadap IPO terus meningkat. Kami ingin memastikan akses yang lebih inklusif, cepat, dan berbasis teknologi agar investor dapat mengambil keputusan investasi secara lebih tepat," ujar Chief Marketing Officer IPOT Sergio Ticoalu dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu (4/4/2026).
IPOT menawarkan sistem refund dana cepat dan tampilan saham di portofolio sebelum hari pencatatan. Selain itu, juga menghadirkan fitur indikator real-time, yang membantu investor membaca pergerakan saham IPO sejak hari pertama perdagangan.
Di luar itu, investor dapat melakukan pemesanan saham IPO secara langsung, dengan proses meliputi registrasi akun, pengisian dana RDN, hingga pemesanan saham melalui fitur e-IPO yang terintegrasi.
“Fitur real-time indicator yang kami hadirkan juga menjadi diferensiasi penting, terutama untuk saham IPO yang belum memiliki data historis. Ini membantu investor membaca pergerakan pasar sejak awal,” ujar Sergio.
Fitur real-time indicator akan mempermudah akses Investor untuk dapat memantau status penjatahan secara real-time melalui aplikasi.
Saham IPO saat ini terdapat PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) yang dalam masa penawaran umum pada 1-8 April 2026, dan secara resmi akan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 April 2026.
Informasi yang ada menyebutkan, WBSA menawarkan sebanyak-banyaknya 1,8 miliar saham atau setara 20,75 persen dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO, sehingga berpotensi meraih dana sebanyak-banyaknya Rp306 miliar,
Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK) No. 25/2025, menyebutkan investor ritel kini mendapatkan jaminan penjatahan minimum 10 lot per SID untuk emisi tertentu, termasuk WBSA yang masuk dalam kategori Golongan III.
Melalui ketentuan ini akan memperluas akses dan peluang yang lebih besar bagi para investor retail di bursa saham Indonesia.
Related News
Namanya Masuk Daftar Pengusaha Nakal, Wilmar Siapkan Klarifikasi
8 Bulan Dilarang Kini Udang Indonesia Bisa Masuk Pasar Arab Saudi Lagi
Awas! Pabrik Sawit Beli TBS Murah, Siap-siap Terima Sanksi Berat
Harga Minyak Sangat Fluktuatif, Pengaruhi Melemahnya Kurs Rupiah
Masih Tertekan, Rupiah Makin Dekati ke Level Rp17.900 per Dolar AS
Imbal Hasil Obligasi Jepang dan AS Turun, Terendah Dalam Dua Pekan





