EmitenNews.com - PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mulai menuai hasil dari pengembangan hilirisasi. Perkembangan tersebut dinilai menjadi katalis baru bagi kinerja perseroan sekaligus saham ANTM.

Dalam penuturannya Analis Phintraco Sekuritas Indra Setyadi menuturkan, ANTAM terus memperkuat hilirisasi pada ekosistem baterai dan aluminium. 

Visi besar ANTAM, kata dia, adalah membentuk rantai nilai baterai EV yang terintegrasi dengan dukungan mitra strategis.

Pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV) antara lain mencakup proyek rotary kiln electric furnace (RKEF) yang telah memasuki tahap engineering, procurement, and construction (EPC). Sementara itu, proyek high pressure acid leach (HPAL) berada dalam tahap persetujuan investasi.

Pada ekosistem aluminium, proyek Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Mempawah telah beroperasi dan mencatat penjualan 350 ribu ton alumina pada semester I-2026, dengan target penjualan mencapai 700 ribu ton hingga akhir tahun.

"SGAR telah memberikan kontribusi laba Rp257,6 miliar ke ANTM melalui PT Borneo Alumina Indonesia (BAI) pada semester I-2026. Ke depan, potensi setoran laba meningkat seiring peningkatan produksi," ujar Indra Setyadi dalam laporan riset, seperti dikutip Kamis (15/10/2026).

Data resmi ANTAM menyebutkan, SGAR berlokasi di Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, dan dikelola BAI, perusahaan patungan ANTAM dan Inalum. SGAR fase I memiliki kapasitas produksi 1 juta ton per tahun.

550 Ribu Ton Alumina Untuk Memenuhi kebutuhan Domestik Inalum

Sesuai rencana, sebanyak 550 ribu ton alumina dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan domestik Inalum, sedangkan sekitar 450 ribu ton sisanya ditujukan untuk pasar ekspor.

Geliat hilirisasi turut mendorong bisnis bauksit ANTAM karena kebutuhan bijih SGAR dipasok dari tambang perseroan. Pada semester I-2026, penjualan bauksit ANTAM meningkat 24,4% menjadi sekitar 1,3 juta wet metric ton (wmt), sejalan dengan mulai beroperasinya SGAR.