Merespon KLB Bogor, BGN Janji Lebih Selektif Pilih Bahan Baku MBG
:
0
Ilustrasi siswa siswi dalam program makan bergizi gratis. Dok. Metro Bogor.
EmitenNews.com - Badan Gizi Nasional merespon banyaknya kasus keracunan yang dialami peserta makan bergizi gratis. Terbaru kejadian luar biasa (KLB) di Kota Bogor Jawa Barat, imbas dari keracunan massal. BGN bakal lebih selektif memilih bahan baku realisasi dari program kampanye Presiden Prabowo saat Pilpres 2024 itu.
Dalam keterangannya di Gedung Ombudsman RI Jakarta, Rabu (14/5/2025), Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan, pihaknya juga akan memendekkan waktu antara penyiapan dan processing -pemrosesan makanan. Termasuk waktu penyiapan untuk pengiriman makanan. Semua diupayakan agar diperpendek.
Pemendekan waktu proses pengiriman MBG dari satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) ke sekolah akan diperketat mekanismenya.
“Ada kejadian, delivery-nya tepat waktu, tetapi karena ada kegiatan di sekolah, makannya agak terlambat, sehingga makanan itu terlalu lama disimpan. Nah sekarang kami perketat,” katanya.
Selain itu, BGN akan memperketat dibawa pulangnya seporsi MBG oleh penerima sasaran ke rumahnya. Pasalnya, masakan ada batas waktunya untuk konsumsi.
BGN akan melatih ulang petugas satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) agar kewaspadaan terhadap kualitas makanan dapat ditingkatkan, dan dijaga.
Merespons kejadian ratusan pelajar di Bogor, Jawa Barat yang diduga mengalami keracunan karena menu Makan Bergizi Gratis, BGN langsung mengirim tim. Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola Badan Gizi Nasional, Tigor Pangaribuan, Selasa (13/5/22025), mengatakan timnya mengambil tindakan untuk mengetahui penyebabnya.
Tim melakukan uji laboratorium. Mulai dari bahan serta makanan yang dimasak, sekaligus memberikan teguran peringatan kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi, yang bertanggung jawab dalam pengelolaan makanan tersebut.
BGN juga bertanggung jawab dalam penanganan medis dan pembiayaan kepada para korban.
Bagi SPPG terkait, jelas Tigor, maka akan diberikan lagi pelatihan terutama bagian penjamah makanan, mencegah tidak terjadi lagi keracunan akibat MBG.
Related News
Hari Ke-7 Pencarian Rombongan Jurnalis, Operasi SAR Harap Diperpanjang
BULOG Gandeng Wilmar Perkuat Bisnis Beras Premium di Ritel Modern
MTQ Nasional XXXI Jateng Diproyeksi Gerakkan Ekonomi Rp1,2 Triliun
Prabowo: Indonesia Siap Perkuat Ketahanan Pangan Dunia
Hari Ke-6 Basarnas Fokuskan Pencarian Jurnalis di Perairan Selatan GAK
Terlibat Scamming, 31 Warga Malaysia dan Taiwan Ditahan Imigrasi





