Merger dengan Pelita Air, Ini Penjelasan Garuda (GIAA)
Petugas tengah memasukkan logistik dalam lambung pesawat Garuda Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Garuda Indonesia (GIAA) mengklaim merger dengan Pelita Air dalam tahap diskusi awal. Saat ini, Garuda tengah dalam proses penyusunan kajian awal. Diskusi dengan Kementerian BUMN sebagai pemegang saham utama perseroan.
Itu penting untuk dapat mengoptimalkan beragam peluang sinergi bisnis guna memperkuat ekosistem bisnis industri transportasi udara. ”Dengan demikian data membawa manfaat berkelanjutan bagi masyarakat,” tukas Wamildan Tsani, Direktur Utama Garuda Indonesia.
Perseroan memandang positif dan akan mendukung penuh rencana merger tersebut, yang tentunya akan dilandasi dengan kajian secara komprehensif, dan prudent. ”Terutama terhadap outlook bisnis, dan kinerja perseroan,” imbuhnya.
Progress dari rencana merger akan disampaikan lebih lanjut kalau ada perkembangan signifikan berkenaan dengan tahapan maupun realisasi atas rencana strategis tersebut.
Data dan fakta tersebut tidak berdampak negatif terhadap perseroan. Baik dari sisi kelangsungan hidup, dan harga saham perseroan. ”Kami akan senantiasa memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan berlaku khususnya bidang pasar modal,” ucap Wamildan Tsani. (*)
Related News
WIFI dan Nokia Bakal Eksplorasi Evolusi Jaringan 6G di Indonesia
Minat Investasi Emas Tinggi, Mantapkan Langkah BSI Lewat Bullion Bank
Buyback Disetujui, BNI Siapkan Amunisi Rp905,48 Miliar
Raih EBITDA USD47 Juta, Kinerja TOBA Tertekan Turunnya Harga Batu Bara
Buyback Jumbo, Alfamart Belanjakan Rp812M untuk Serap 432 Juta Saham
Akuisisi 59,24 Persen DPUM, Rama Indonesia Kantongi HasilĀ Uji Tuntas





