EmitenNews.com - Airasia Indonesia (CMPP) per 30 September 2023 melanjutkan tradisi rugi. Kali ini, rugi manipis 41 persen menjadi Rp875,42 miliar dari posisi sama tahun sebelumnya dengan tabungan rugi Rp1,48 triliun. So, rugi per saham ikut turun ke level Rp81,93 dari periode sama tahun lalu sebesar Rp138,86. 


Penurunan rugi itu akibat pendapatan usaha Rp4,93 triliun, meroket 97 persen dari episode sama tahun lalu Rp2,5 triliun. Beban bahan bakar Rp2,27 triliun, bengkak dari Rp1,23 triliun. Perbaikan dan pemeliharaan Rp1,02 triliun, bengkak dari Rp462,82 miliar. Pelayanan pesawat dan penerbangan Rp718,23 miliar, bengkak dari Rp216,91 miliar. Penyusutan Rp582,52 miliar, turun dari Rp585,15 miliar. 


Gaji dan tunjangan Rp460,45 miliar, bengkak dari Rp246,51 miliar. Pemasaran Rp249,64 miliar, bengkak dari Rp154,32 miliar. Asuransi Rp48,67 miliar, naik dari Rp42,33 miliar. Beban sewa pesawat Rp48,32 miliar, susut dari Rp143,58 miliar. Beban usaha lain Rp308,61 miliar, susut dari Rp751,14 miliar. Pendapatan usaha lain Rp173,13 miliar, turun dari Rp25,61 miliar. Beban usaha bersih Rp5,54 triliun, bengkak dari Rp3,81 triliun. 


Rugi usaha Rp612,22 miliar, berkurang dari edisi sama tahun sebelumnya Rp1,3 triliun. Pendapatan keuangan Rp669,9 juta, turun dari Rp753,15 juta. Pajak final atas pendapatan keuangan Rp133,98 juta, susut dari Rp150,63 juta. Beban keuangan Rp262,5 miliar, bengkak dari Rp177,6 miliar. Rugi sebelum beban pajak penghasilan Rp874,2 miliar, susut dari posisi sama tahun lalu Rp1,48 triliun. 


Defisiensi modal bersih bengkak menjadi Rp7,68 triliun dari posisi akhir tahun sebelumnya senilai Rp6,81 triliun. Total liabilitas terakumulasi senilai Rp13,44 triliun, membengkak dari edisi akhir tahun lalu Rp12,17 triliun. Jumlah aset tercatat Rp5,75 triliun, menanjak dari episode akhir tahun sebelumnya Rp5,35 triliun. (*)