Metrodata (MTDL) Bukukan Kenaikan Laba Double Digit di 2023
:
0
Foto PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL)
EmitenNews.com - Emiten teknologi informasi dan komunikasi (TIK) PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) membukukan laba bersih sebesar Rp650,8 miliar pada tahun 2023, meningkat 12,1% dari laba bersih tahun 2022 yang sebesar Rp580,5 miliar.
Perolehan laba bersih tersebut berkat pendapatan Perseroan yang mencapai Rp22,1triliun, yang merupakan pendapatan tertinggi sepanjang sejarah Perseroan. Pendapatan tahun 2023 ini naik 5,2% dari pendapatan tahun 2022 yang sebesar Rp 20,9 triliun, didorong oleh proses transformasi digital yang sedang gencar dilakukan perusahaan-perusahaan di Indonesia
“Perolehan keuntungan yang memuaskan ini menunjukkan bahwa, MTDL selalu sigap menangkap peluang bisnis yang ada. Dimana pada tahun 2023, banyak peluang bisnis yang datang dari proses transformasi digital yang sedang dilakukan banyak korporasi di Tanah Air,” kata Presiden Direktur MTDL, Susanto Djaja dalan keterangannya, Kamis (28/3).
Dari seluruh pendapatan Perseroan tersebut, unit bisnis distribusi masih menjadi kontributor terbesar dengan menyumbang pendapatan sebesar Rp 16,5 triliun, naik 0,6% YoY. Adapun pendapatan dari unit bisnis solusi dan konsultasi tercatat sebesar Rp 6,2triliun, meningkat 21,8%YoY.
Rincian peningkatan pendapatan pada unit bisnis distribusi terutama disumbang oleh segmen Komersial, yang tumbuh sebesar 13,8% YoY. Segmen ini berkontribusi sebesar 38.9% terhadap total pendapatan distribusi, sesuai dengan tren transformasi digital yang semakin marak di kalangan pelaku bisnis.
Sementara itu, segmen Consumer terkoreksi dari tahun sebelumnya sebesar 7%, relatif lebih kecil dibandingkan dengan penurunan permintaan pasar Consumer TIK yang mencapai belasan persen di tahun 2023 ini.
Unit bisnis distribusi yang dikelola Perseroan terlihat akan semakin cerah, seiring keberhasilan anak perusahaan PT Synnex Metrodata Indonesia (SMI) mendapatkan kepercayaan sebagai distributor resmi IBM.
Dengan diraihnya kepercayaan tersebut, Perseroan siap untuk mengembangkan AI (artificial intelligent) generatif untuk bisnis dengan menawarkan produk perangkat lunak dan perangkat keras IBM yang komprehensif, termasuk produk advanced server, storage, dan software yang termutakhir untuk memenuhi kebutuhan konsumen bagi sektor pasar komersial di Indonesia.
Peningkatan pendapatan unit bisnis solusi dan konsultasi terutama didukung oleh penjualan kepada sektor keuangan, telekomunikasi, serta minyak dan gas bumi (segmen Enterprise) yang bertumbuh sebesar 29,7%YoY.
Selain itu, peningkatan pendapatan juga diperoleh berkat inisiatif Perseroan untuk menyediakan solusi TIK yang inovatif dan relevan dengan perkembangan transformasi teknologi saat ini.
Related News
Drop 276,71 Persen, BUKA Boncos Rp820,74 Miliar Semester I
Laba Q2 DKFT Melesat 30 Persen Jadi 403M meski Volume Penjualan Anjlok
Laba BCA (BBCA) Semester I 2026 Rp29,5T, Kredit Tembus 8% ke Rp1.036T
Laba ESSA Naik Dua Kali Lipat Lebih Jadi USD30 Juta Semester I 2026
Konversi Utang Rp4,35T UNSP, Porsi Bakrie Anjlok Tapi Tetap Pengendali
IOTF Catat Pendapatan Naik 12%, Bidik Transformasi AI Segera Rampung





