Millennium Pharmacon (SDPC) Ekspansi Cabang Baru di Purwakarta
:
0
(kiri-kanan) Kepala Cabang SDPC Purwakarta Poniran, Direktur Keuangan SDPC Mohamad Fazly Hassan, Komisaris Independen SDPC Sarah Azreen binti Abdul Samat MM, Komisaris SDPC Zulkifli bin Jafar, Camat Bungursari Purwakarta Wawan Darmawan, Presiden Direktur SDPC Ahmad bin Abu Bakar, dan Lurah Desa Cibungur Aang Anwar berfoto bersama saat pembukaan cabang baru ke-35 di Purwakarta, Selasa (27/2/2024).Dok/SDPC
EmitenNews.com - Emiten distributor farmasi, Millennium Pharmacon International (SDPC) membuka cabang baru di Purwakarta, Jawa Barat (Jabar). Pembukaan cabang ke-35 itu, sebagai bagian strategi pertumbuhan jangka panjang menambah hingga 45 cabang seluruh Indonesia.
Pembukaan cabang Purwakarta menjadi kedua pada 2024 setelah pembukaan cabang ke-34 di Lombok, Mataram. Setidaknya, perseroan masih menyiapkan dua cabang baru dalam waktu dekat.
Cabang Purwakarta dibentuk untuk memperkuat penetrasi pasar di Jabar. Posisinya terbilang strategis karena berada di antara dua jalan tol utama menghubungkan Bandung-Jakarta, dan Jakarta-Cirebon.
Keberadaan cabang baru itu, bakal menambah luas lingkup area distribusi obat dan alat kesehatan (alkes) di Jawa Barat. Adapun, cabang terdekat yakni berada di Bandung, dan Bekasi.
"Cabang baru ini akan meningkatkan penjualan lingkup Purwakarta yang banyak belum terjangkau. Purwakarta ada ratusan desa, setiap desa ada bidan, pasti butuh obat, kita belum terjangkau sampai ke bidan-bidan, baru sekitar perkotaan," tutur Presiden Direktur Millennium Pharmacon Ahmad Bin Abu Bakar.
Perseroan optimistis penambahan cabang baru dapat meningkatkan kinerja penjualan. Saat membuka cabang baru, Millenium Pharmacon melakukan kajian secara mendalam, dan komprehensif mengenai potensi wilayah tersebut. Cabang itu tanpa menghitung inventori menelan anggaran belanja modal alias capex Rp3 miliar.
Sementara itu, inventori menyesuaikan dengan potensi, ketika penjualan potensinya mencapai Rp5 miliar, inventori disiapkan hingga Rp10 miliar. Artinya, pembukaan cabang baru menelan capex berkisar Rp10-15 miliar.
Setiap tahun perseroan menarget ada penambahan 2 cabang baru. Target minimal ada penambahan 10 cabang baru, sehingga total cabang dipatok mencapai 45 cabang. "Tahun ini ada progres pembangunan cabang Pematang Siantar, Sumatera Utara dan satu lagi kami cabang Palu, Sulawesi Tengah. Tahun depan, fokus arah timur, mungkin Kendari dan di Gorontalo, Ambon, Palangkaraya, Kupang, juga Jayapura," imbuhnya.
Selain wilayah timur, penambahan cabang baru juga bakal melihat potensi di Pulau Sumatera dan Jawa. Adapun, Sumatera telah memiliki 8 cabang dan ada potensi penambahan di wilayah Bengkulu maupun Tanjung Pinang. Sedangkan di Jawa ada potensi di Kudus dan Madiun.
Salah satu tantangan pengembangan cabang baru lanjutnya, terkait perizinan yang ketat, sehingga penambahan cabang baru bisa lebih dari 2 asalkan proses perizinannya dapat lekas selesai.
Related News
Kabar Baik dari MARK, Siap Bayar Dividen Rp20 per Saham 4 September
WMPP Berbalik Raih Laba, Jaga Pemulihan dengan Efisiensi dan Divestasi
MARK Ungkap Rencana Bagi Dividen Interim, Cek Jadwalnya
Restrukturisasi, BNII Ambil Alih 51% Saham Maybank Asset Management
Jelang Right Issue BUVA, Tirta Orisa Milik Hapsoro Jual 250 Juta Saham
FORE Ungkap Bangun Pabrik Baru, Beber Alasan Belum Bagi Dividen





