EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BUrsa Efek Indonesia (BEI) pada penutupan perdagangan kemarin menguat 1,15% atau 76,501 point ke level 6.707,652. Sementara investor asing juga mencatatkan pembelian bersih alias net buy sebesar Rp Rp326 miliar.
Perkembangan pergerakan IHSG terlihat sedang mengalami kenaikan jangka pendek, sedangkan potensi penguatan masih terlihat dalam pola gerak IHSG dan berpotensi menggeser rentang konsolidasi wajarnya ke arah yang lebih baik, jika IHSG mampu dipertahankan diatas resisten level terdekat maka peluang IHSG untuk kembali meraih rekor tertinggi sepanjang masanya semakin terbuka lebar.
Kenaikan IHSG juga ditopang oleh capital inflow yang masih tercatat secara ytd menunjukkan bahwa minat investor asing masih cukup besar ke dalam pasar modal Indonesia, hari ini IHSG berpotensi bergerak menguat.
William Surya Wijaya CEO Indosurya Bersinar Sekuritas mengatakan bahwa laju IHSG hari ini, Kamis (2/2/2022) masih betah bergerak pada kisaran support di level 6502 dan untuk posisi resistance di level 6711.
Saham-saham pilihan Indosurya Bersinar Sekuritas tengah pekan ini adalah Bank BNI (BBNI), Astra Internasional (ASII), Alam Sutera Realty (ASRI), Wijaya Karya (WIKA), Bank BCA (BBCA), Unilever Indonesia (UNVR), Indofood (INDF) dan Semen Indonesia (SMGR).
Related News
10 Sektor Jadi Pendorong, IHSG Awal Pekan Tancap Gas ke 8.859,19
3 Emiten Asuransi Paling Terdampak POJK 23, Bakal Aksi Korporasi Baru?
Pupuk Kaltim Klaim Produksinya di 2025 Lampaui Target
Tambang Menggeliat, IHSG Tembus 8.804,84 di Sesi I
Australia Stop Penyelidikan Antidumping Baja Rebar Indonesia
Seminggu Digelar, Transaksi Harbolnas 2025 Jebol Rp36,4T





