EmitenNews.com - Harga minyak mentah dunia bergerak turun pada perdagangan awal pekan, Senin (26/10). Menurut data Trading Economics harga minyak mentah turun mendekati USD102 per barel, sementara minyak mentah Brent melemah di bawah USD116 per barel.

Penurunan ini terjadi setelah harga sempat menyentuh level tertinggi baru-baru ini akibat kekhawatiran eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

Pelemahan harga minyak tersebut terjadi di tengah ketegangan yang terus meningkat menyusul potensi lanjutan serangan terhadap Iran. Agenda politik global turut menjadi sorotan pasar, termasuk pemilu Israel pada pekan ini serta pemilihan paruh waktu Amerika Serikat pada pekan depan.

Terkait arah kebijakan luar negeri Amerika Serikat, Presiden Donald Trump menyampaikan pernyataan tegas pada Minggu (25/10) mengenai langkah militer maupun diplomasi yang akan diambil.

"Presiden Donald Trump mengatakan pada hari Minggu bahwa ia akan segera memutuskan apakah akan mengejar kesepakatan dengan Teheran atau memulai kembali operasi militer, karena ancaman dari Iran dan Houthi terhadap Amerika di Timur Tengah terus meningkat," demikian laporan dari sumber pasar energi.

Ketegangan geopolitik semakin meruncing seiring laporan kesiapan Iran untuk melancarkan aksi balasan yang berpotensi menyasar wilayah Israel dan Uni Emirat Arab. Situasi di kawasan Teluk kian memanas akibat bentrokan antara Arab Saudi dan kelompok pemberontak Houthi sepanjang akhir pekan.

Kelompok pemberontak Houthi mengklaim telah melancarkan serangan balasan yang menargetkan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh. Aksi tersebut merupakan respons atas serangan udara militer Saudi yang sebelumnya menghantam wilayah Sanaa dan sejumlah bagian lain di Yaman pada Sabtu (24/10).

Meskipun rantai pasokan energi global menghadapi bayang-bayang gangguan akibat eskalasi militer lanjutan, data pengapalan menunjukkan bahwa ekspor minyak mentah dari kawasan Timur Tengah secara keseluruhan telah pulih mendekati level sebelum perang.(*)