Minyak Dunia Anjlok 7 Persen Sepekan Akibat Hormuz
:
0
Meski mengalami kenaikan harian, komoditas ini tetap mencatat penurunan tajam lebih dari 7 persen sepanjang pekan ini.(Ilustrasi: Magnific)
EmitenNews.com - Harga minyak mentah melonjak sekitar 1 persen hingga ditutup pada level USD78,2 per barel pada hari Jumat. Meski mengalami kenaikan harian, komoditas ini tetap mencatat penurunan tajam lebih dari 7 persen sepanjang pekan ini. Pergerakan harga pasar modal global saat ini sangat sensitif terhadap dinamika geopolitik di Timur Tengah.
Pasar bereaksi terhadap potensi kesepakatan antara Iran dan Oman untuk memulihkan pengiriman pasokan minyak melalui Selat Hormuz. Jalur vital tersebut berpotensi mengembalikan jutaan barel pasokan minyak Timur Tengah ke pasar dunia. Isu pasokan ini menjadi perhatian mendasar bagi negara-negara pengimpor minyak mentah seperti Indonesia, mengingat dampaknya langsung memengaruhi beban subsidi energi dan anggaran belanja negara.
Berdasarkan laporan Trading Economics, ketidakpastian di kawasan strategis tersebut masih membayangi pelaku pasar. Abu Dhabi National Oil Co. melaporkan adanya serangan terhadap tiga kapal yang melintas di Selat Hormuz, sementara pihak Iran dilaporkan terus menargetkan kapal-kapal yang dianggap musuh. Kondisi ini memperjelas tingginya risiko keamanan pada rantai pasok energi global.
Presiden Donald Trump menyatakan bahwa negosiasi berjalan lancar, tetapi perbedaan tetap ada mengenai syarat-syarat untuk membuka kembali jalur air tersebut. Di saat bersamaan, kelompok Houthi yang didukung Iran mengklaim telah melancarkan serangan skala besar terhadap pasukan yang bersekutu dengan Arab Saudi di wilayah Yaman.
Pergerakan harga minyak sempat membalikkan sebagian kenaikan pada sesi perdagangan pasca-penutupan. Penyesuaian harga ini terjadi menyusul laporan bahwa Amerika Serikat dapat mencabut blokade angkatan lautnya jika pengiriman komersial melalui Selat Hormuz kembali berjalan tanpa batasan.(*)
Related News
SpaceX Melesat 16%, Terbangkan S&P 500 ke Rekor Tertinggi
Cadangan Devisa RI Stabil USD145,3 Miliar Usai Terbit Bond
Siapkan Rp250 Miliar, Hutama Karya Pastikan Lunasi Obligasi dan Sukuk
OJK Catat Laba Industri Pindar Naik 10,14 Persen, jadi Rp1,15 Triliun
Kasus Penyimpangan Dana Hibah, 5 Komisioner KPUD Kotim jadi Tersangka
Rute Baru Palu-Guangzhou China, Terwujudnya Mimpi Gubernur Sulteng





