Minyak Melonjak, Indeks Dolar Stabil Tunggu Data Inflasi
:
0
Indeks dolar Amerika Serikat (AS) bergerak stabil di kisaran level 98,8 pada Rabu, menghentikan tren penurunan baru-baru ini. (Foto: Dok)
EmitenNews.com - Indeks dolar Amerika Serikat (AS) bergerak stabil di kisaran level 98,8 pada Rabu. Pergerakan ini menghentikan tren penurunan baru-baru ini, terdorong oleh lonjakan harga minyak global yang memicu kembali kekhawatiran inflasi serta memperkuat spekulasi kenaikan suku bunga acuan.
Berdasarkan data Trading Economics, kenaikan harga minyak berlanjut setelah pasukan militer AS menghancurkan lima kapal tanker minyak mentah milik Iran di dekat Pulau Kharg. Aksi militer tersebut dilakukan sebagai bentuk balasan atas upaya serangan rudal yang ditujukan ke kapal perang milik AS.
Langkah balasan militer di pusat ekspor minyak Iran itu mendorong kenaikan harga energi global. Kondisi ini membuat pelaku pasar dan investor mencermati rilis data penting inflasi AS pekan ini untuk membaca sinyal arah kebijakan moneter bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed).
Saat ini, pasar memperhitungkan peluang sebesar 60 persen bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada pertemuan pekan depan. Proyeksi ini diperkuat oleh data tenaga kerja AS yang dirilis Jumat lalu dengan hasil yang lebih kuat dari perkiraan.
Selain The Fed, dua bank sentral utama dunia lainnya, yaitu Bank Sentral Eropa (ECB) dan Bank Sentral Jepang (BOJ), juga diperkirakan bakal memperketat kebijakan moneter mereka pada bulan ini.
Di sisi lain, dolar AS masih berada dalam tekanan terhadap mata uang yen Jepang. Tekanan tersebut terjadi setelah Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, memberikan peringatan kepada para pelaku pasar agar tidak bertaruh pada pelemahan mata uang yen lebih lanjut.
Pergerakan indeks dolar AS dan lonjakan harga minyak ini berimbas langsung pada pasar keuangan Indonesia. Menguatnya nilai tukar dolar AS serta potensi kenaikan suku bunga The Fed berisiko menekan pergerakan mata uang rupiah dan memicu aliran modal keluar dari pasar domestik.(*)
Related News
Emas Dunia Anjlok 3 Hari, Harga Antam Melorot Rp17 Ribu
Pasar Prediksi Buyback Obligasi AS Bakal Tembus USD4 Miliar
Penjualan Motor Agustus 2026 Melambat, Cuma Laku 596 Ribu Unit
Harga Minyak Tahan Emas di USD4.350, Bunga The Fed Mengancam
AS Serang Tanker Iran, Harga Minyak Melambung Dekati USD100
Incar Posisi Penting di Asia, PAG Ungkap Rencana Bisnis Jangka Panjang





