EmitenNews.com -PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) atau PPA kembali melanjutkan komitmennya dalam mendukung pengembangan talenta musik Indonesia melalui peluncuran Bintang Muda Lokananta (BML) Vol. 3. Peluncuran program yang sekaligus membuka pendaftaran peserta ini menjadi bagian dari peringatan 70 Tahun Lokananta, sekaligus menegaskan peran Lokananta sebagai institusi musik bersejarah yang berkelanjutan, serta terus beradaptasi dan relevan dalam mendukung perkembangan ekosistem industri musik Indonesia.

Bintang Muda Lokananta merupakan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PPA di bidang pendidikan, khususnya inkubasi musisi muda sebagai pelaku industri ekonomi kreatif. Program ini sejalan dengan semangat Asta Cita dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia, mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif, serta memperluas kesempatan generasi muda untuk berkarya, berinovasi, dan berkontribusi dalam perekonomian nasional.

Memasuki penyelenggaraan ketiga, BML terus mengembangkan pendekatan pembinaan yang komprehensif, tidak hanya berfokus pada kemampuan bermusik, tetapi juga memberikan pemahaman kepada peserta mengenai proses produksi rekaman, pengelolaan karier, distribusi karya, hingga aspek bisnis musik. Melalui rangkaian program yang mencakup proses kurasi, Lokananta Studio Gigs, mentoring bersama praktisi industri, rekaman profesional, perilisan karya, hingga tur promosi, peserta mendapatkan pengalaman dan wawasan praktis untuk membangun karier musik yang berkelanjutan serta berdaya saing di industri kreatif.

Keberhasilan program sebelumnya turut menjadi landasan bagi keberlanjutan Program BML Vol. 3. Pada BML Vol. 1, program ini mencatat skor Social Return on Investment (SROI) sebesar 7,13, yang kemudian meningkat menjadi 7,46 pada BML Vol. 2. Pencapaian ini menunjukkan semakin besarnya nilai sosial yang dihasilkan melalui program, sekaligus menunjukkan efektivitas investasi sosial PPA dalam menciptakan dampak positif bagi pengembangan talenta muda dan ekosistem industri kreatif.

Keberhasilan penyelenggaraan BML juga didukung oleh keterlibatan para musisi dan profesional industri musik sebagai juri dan mentor, di antaranya Iga Massardi, Lafa Pratomo, Kukuh Rizal, Endah Widiastuti, Ferry Dermawan, dan Satria Ramadhan. Kolaborasi dengan para praktisi tersebut memperkuat posisi BML sebagai ruang pengembangan talenta pendidikan musik terapan yang menghubungkan talenta baru dengan dinamika dan ekosistem industri musik nasional.

Penyelenggaraan Bintang Muda Lokananta (BML) Vol. 3 juga merupakan bagian dari dukungan keberlanjutan PPA dalam mengoptimalkan peran dan fungsi Lokananta sebagai creative & commercial hub. Sejak direvitalisasi dan kembali dibuka untuk publik pada 2023, Lokananta terus berkembang tidak hanya sebagai cagar budaya musik Indonesia di Surakarta, tetapi juga menjadi sebuah destinasi yang mengintegrasikan pelestarian warisan musik, produksi kreatif, pertunjukan, kolaborasi, dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Sejak dibuka kembali untuk publik pada 2023, Lokananta telah mencatat 1.246.440 kunjungan serta menjadi lokasi penyelenggaraan 497 kegiatan. Pencapaian tersebut menunjukkan peran Lokananta sebagai ruang budaya sekaligus penggerak aktivitas ekonomi kreatif yang mempertemukan musisi, komunitas, pelaku usaha, dan masyarakat.

Melalui BML, upaya optimalisasi Lokananta juga diwujudkan dengan mengaktifkan kembali peran Lokananta Records sebagai wadah dalam menemukan, merekam, memproduksi, dan mendistribusikan karya musisi generasi baru. Dengan pendekatan tersebut, Lokananta tidak hanya berperan dalam merawat kekayaan intelektual dan warisan rekaman musik Indonesia, tetapi juga berkontribusi dalam melahirkan karya-karya baru yang menjadi bagian dari perjalanan industri musik nasional.

Bagi PPA, keberhasilan program ini merupakan wujud nyata kontribusi perusahaan dalam menciptakan nilai tambah yang melampaui aspek ekonomi. Melalui Bintang Muda Lokananta, PPA menghadirkan dampak sosial melalui pengembangan kapasitas generasi muda serta dampak budaya melalui pelestarian dan regenerasi ekosistem musik Indonesia.

M. Teguh Wirahadikusumah, Direktur Utama PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero), menyampaikan, “Revitalisasi Lokananta tidak berhenti pada pemugaran gedung. Aset negara ini harus terus produktif dan menciptakan nilai. Lewat BML, Lokananta kembali melakukan hal yang dulu membuatnya besar: menemukan musisi, merekam karya baru, dan membawanya ke publik. Kami ingin kehadiran PPA di sini memberi dampak ekonomi sekaligus dampak sosial dan budaya.”