Momentum, UNTD Siapkan Dana Ekspansi Rp400 Miliar
(Kanan ke kiri) - Presiden Direktur Terang Dunia Internusa (UNTD) Stephen Mulyadi (dari kanan) bersama Komisaris Independen Poltak Sihotang, Komisaris Independen Gatot Eddy Pramono, Direktur Andrew Mulyadi, dan Direktur Henry Mulyadi seusai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Tangerang Selatan, Banten, Selasa (7/4/2026). FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Terang Dunia Internusa (UNTD) menilai isu lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) mengakselerasi perilaku masyarakat menuju kendaraan lebih hemat, dan ramah lingkungan. Momentum itu, akan mendorong lonjakan permintaan kendaraan listrik mulai kuartal II 2026.
Perseroan menegaskan komitmen untuk menangkap peluang tersebut melalui langkah ekspansi agresif sektor produksi. UNTD menyiapkan total investasi sekitar Rp400 miliar. Dana itu untuk pembelian lahan dan fasilitas pabrik Rp250 miliar, serta pengembangan pabrik sebesar Rp150 miliar.
Pendanaan ekspansi itu, akan berasal dari pihak ketiga, baik melalui perbankan maupun investor strategis. Saat ini, kapasitas produksi UNTD berada di angka 50 ribu unit per bulan untuk sepeda, dan sepeda listrik. Itu dengan komposisi 40 ribu unit sepeda, dan 10 ribu unit sepeda listrik. Sementara itu, kapasitas produksi motor listrik mencapai 5.000 unit per bulan.
Seiring dengan rencana ekspansi, perseroan menarget lonjakan kapasitas produksi secara signifikan. Kapasitas sepeda akan tetap di angka 40 ribu unit per bulan, sepeda listrik ditingkatkan hingga 40 ribu unit per bulan, dan motor listrik melonjak menjadi 20 ribu unit per bulan.
Presiden Direktur UNTD, Stephen Mulyadi, menyampaikan isu BBM saat ini menjadi katalis penting bagi pertumbuhan kendaraan listrik Indonesia. Kami melihat adanya shifting makin nyata di masyarakat, dan UNTD ingin berada di garis depan dalam menjawab kebutuhan tersebut melalui kesiapan kapasitas produksi lebih besar dan terintegrasi,” tegasnya.
Direktur UNTD, Andrew Mulyadi, memproyeksi kuartal kedua 2026 akan menjadi titik awal peningkatan demand lebih signifikan. Oleh karena itu, ekspansi bukan hanya soal peningkatan kapasitas, tetapi juga strategi jangka panjang untuk memperkuat posisi UNTD di industri kendaraan listrik nasional. ”Dukungan perbankan, dan investor menjadi fondasi penting dalam merealisasikan rencana tersebut,” imbuhnya.
Dengan strategi ekspansi terukur, dan momentum pasar makin kuat, UNTD optimistis dapat mempercepat pertumbuhan bisnis sekaligus mendorong adopsi kendaraan listrik lebih luas di Indonesia. (*)
Related News
Tekanan Jual Belum Reda, IHSG Turun Tipis 0,26 Persen
IHSG Merosot ke Bawah Level 7.000, Waspada Lanjut ke 6.700
Rupiah dan IHSG Merosot Berbarengan, Mirae: Sinyal Risiko Meningkat
IHSG Melemah di Sesi I, Analis: Waspadai Tekanan Lanjutan
IHSG Sesi I Susut 0,29 Persen, 8 Sektor Seret ke 6.969
Pemerintah Targetkan Pengadaan 1 Juta Ton Jagung Pada 2026





