MORA Pinjam Rp460 Miliar ke BMRI, Untuk Ekspansi Usaha Atau Lunasi Obligasi Jatuh Tempo?
EmitenNews.com—Dua hari setelah menekan kesepakatan pinjaman Rp460 miliar dari PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) merilis keterbukaan informasi telah menyelesaikan pembayaran pokok Obligasi I Moratelindo Tahun 2017 Seri B senilai Rp460 miliar dan bunga ke-20 senilai RpRp 12,075 miliar.
Menariknya, dalam rilis tentang kesepakatan pinjaman, manajemen Perseroan menyebutkan dengan pinjaman tersebut Perseroan mendapat dukungan untuk melakukan ekspansi usaha, yang berpotensi meningkatkan likuiditas dan keuntungan Perseroan.
Dalam kurun waktu sekitar 2 pekan, PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA), merilis tiga keterbukaan informasi. Rilis pertama pada 15 November yang menjelaskan kesiapan dana dari Perseroan untuk menyelesaikan pembayaran pokok Obligasi Moratelindo Tahun 2017 Seri B senilai Rp460 miliar. Lalu pada 1 Desember, Perseroan merilis keterbukaan informasi tentang kesepakatan pinjaman senilai Rp460 miliar dari BMRI yang diakui akan digunakan untuk "Tujuan Umum Korporasi".
Terbaru, Jumat (2/12), MORA merilis keterbukaan informasi telah menyelesaikan kewajiban pembayaran pokok Obligasi Moratelindo Tahun 2017 Seri B senilai Rp460 miliar dan bunga ke-20 senilai Rp12,075 miliar yang akan jatuh tempo pada 6 Desember 2022.
Sebelumnya disebutkan, MORA akan menggarap mega proyek telekomunikasi senilai Rp2,64 triliun bersama Mitsui di mana 51% perusahaan patungan yang dibentuk dimiliki oleh MORA.
Sehingga ada yang berpikir, pinjaman dari BMRI dalam kerangka proyek tersebut. Namun, dengan hampir bersamaannya kesepakatan pinjaman dengan pelunasan obligasi yang bernilai persis sama, pernyataan pinjaman untuk ekspansi usaha menjadi meragukan.
Related News
Sudahi 2025, Laba MEDC Terpangkas 72 Persen
Laba Melesat 339 Persen, Saham RLCO Makin Menyala
Anjlok 138 Persen, SSIA Tekor Rp89 Miliar
Pasca Diakuisisi MTA, Folago (IRSX) Sukses Ubah Rugi Jadi Laba
Putus Tren Negatif, Laba PBRX Melejit 106 Persen
Buyback, KLBF Siapkan Anggaran Rp500 Miliar





