Multi Makmur Lemindo (PIPA) Sukses Ubah Rugi Jadi Laba di Q2-20205
:
0
PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA) saat pencatatan perdana saham di bursa efek indonesia. DOK/ISTIMEWA
EmitenNews.com -PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA) berhasil membukukan kinerja keuangan yang sangat impresif pada periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2025, dengan mencatatkan perputaran signifikan dari posisi rugi menjadi laba.
Perusahaan menunjukkan pertumbuhan yang kuat pada berbagai lini, mengindikasikan fundamental bisnis yang semakin solid.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian yang dirilis pada laman BEI dan di kutip, Senin (28/7/2025), PIPA mencatat laba tahun berjalan sebesar Rp401.259.036 pada 30 Juni 2025. Pencapaian ini merupakan pembalikan yang luar biasa dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, di mana perusahaan masih membukukan kerugian sebesar Rp1.407.892.518 pada 30 Juni 2024.
Pendapatan dan Laba Usaha Meningkat Signifikan. Kinerja positif ini didorong oleh peningkatan penjualan neto yang solid. PIPA membukukan penjualan neto sebesar Rp11,38 miliar pada akhir Juni 2025, tumbuh dari Rp10,87 miliar pada periode yang sama tahun 2024.
Sejalan dengan kenaikan penjualan, laba kotor perusahaan juga mengalami peningkatan yang signifikan, mencapai Rp3,70 miliar pada 30 Juni 2025, dibandingkan Rp3,36 miliar pada 30 Juni 2024.
Salah satu sorotan utama adalah perbaikan drastis pada laba usaha. PIPA berhasil mencatatkan laba usaha sebesar Rp641.435.035 pada 30 Juni 2025. Angka ini sangat kontras dengan posisi rugi usaha sebesar Rp932.922,805 yang tercatat pada akhir Juni 2024, menunjukkan efisiensi operasional dan strategi bisnis yang tepat.
Multi Makmur Lemindo (PIPA) membukukan laba bersih pada Quarter 2-2025 sebesar Rp 401,3 juta. Naik bila dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2024 yang mengalami kerugian sebesar Rp 1,4 miliar.
Laba Per Saham Berbalik Positif, Transformasi kinerja keuangan PIPA juga tercermin pada laba per saham. Perusahaan berhasil membukukan laba per saham sebesar Rp0,13 pada 30 Juni 2025, berbalik dari kerugian per saham sebesar Rp0,48 pada periode yang sama tahun sebelumnya. Ini adalah indikator kuat kesehatan finansial dan nilai yang diciptakan bagi para pemegang saham.
Related News
Atasi Kendala Overcapacity, SMGR Pacu Ekspor dan Transformasi Bisnis
Saham Produsen GT Man (RICY) Top Loser, Direksi Jual Habis Kepemilikan
Usai Jual Aset Rp65M, Lancartama Sejati (TAMA) Ungkap Diakuisisi DBS
WSKT Catat Kontrak Baru Rp3,1 Triliun, Kebut Bandara Timor Leste
RATU Bagi Dividen Rp122,17 Miliar, 46 Persen Laba 2025
Aktor hingga Keponakan Luhut Kompak Mundur usai RAAM Merugi Rp34M





