Nasib Investor Apes, 'Nyangkut' di Saham Delisting
:
0
Ilustrasi foto delisted stock yang menimpa investor. Foto: AI/EmitenNews.
EmitenNews.com - Bayang-bayang penghapusan saham kembali menghantui hingga dipisuhi pelaku pasar yang apes terjebak di emiten tersebut. Bursa Efek Indonesia (BEI) memastikan akan melakukan delisting terhadap 18 emiten efektif pada 10 November 2026.
Terdiri dari 7 emiten pailit yakni PT Cowell Development Tbk. (COWL), PT Mitra Pemuda Tbk. (MTRA), PT Sri Rejeki Isman Tbk. (SRIL), PT Sunindo Adipersada Tbk. (TOYS), PT Sejahtera Bintang Abadi Textile Tbk. (SBAT), PT Tianrong Chemicals Industry Tbk. (TDPM), dan PT Omni Inovasi Indonesia Tbk. (TELE), serta 11 emiten yang tersuspensi lebih dari 50 bulan seperti PT Eureka Prima Jakarta Tbk. (LCGP) hingga PT Jaya Bersama Indo Tbk. (DUCK).
BEI sendiri telah mengimbau pelaksanaan buyback saham dalam periode 11 Mei hingga 9 November 2026. Namun, realitas di lapangan memperlihatkan bahwa tidak semua investor percaya mekanisme itu akan benar-benar melindungi mereka.
Kisah Keluh-Kesah Investor yang Nyangkut
Di tengah kebijakan tersebut, suara investor ritel justru bergemuruh di media sosial. Sejumlah pengguna platform Stream Stockbit mencurahkan pengalaman pahit mereka dalam utas milik user @skydrugz27 setelah terjebak di saham-saham bermasalah yang kini menuju pintu keluar paksa dari bursa.
Akun @Davit1989 mengaku mengalami kerugian nyata akibat salah satu emiten bermasalah.
“Sy kena di (saham) COWL mana uang asuransi pula 35 jt mampus hiks,” tulisnya pada Rabu (15/4/2026).
Nada frustrasi juga terlihat dari komentar akun @jelovea yang mempertanyakan akuntabilitas pelaku pasar.
“Pertanyaannya, apakah BEI bisa blacklist orang-orang yang berasal dari perusahaan tersebut, seperti dirut atau direksinya?” tulisnya. Pertanyaan ini menyoroti kekhawatiran investor terhadap kemungkinan pihak yang sama kembali muncul di pasar dengan entitas baru.
Namun, jawaban dari sesama investor justru mempertegas keraguan terhadap efektivitas sanksi.
Related News
Jejak Yagi Forest, Menjaga Hutan Aceh, dan Memikat Pasar Global
Banting Setir BIKE, Dari Bisnis Sepeda ke Tambang
Asa Baru Jurnalis TV Menjadi Wirausaha Ayam Petelur
Meta Luncurkan Model AI Baru Canggih, OpenAI Lewat
Omoda 5 Lepas As, Chery Investigasi Besar-besaran, Termasuk Indonesia
Pimpin Transformasi GIAA, ini Rekam Jejak Thomas Oentoro





