NAYZ Dilirik Saiko, Kinerja Semester I 2026 Justru Tertekan
:
0
Produk MPASI besutan Hassana Boga Sejahtera. Foto: NAYZ.
EmitenNews.com - Di tengah rencana akuisisi oleh perusahaan asal Singapura, Saiko, PT Hassana Boga Sejahtera Tbk (NAYZ) justru membukukan pendapatan bersih anjlok hingga 79,5 persen. Berdasarkan laporan posisi keuangan NAYZ unaudited, pendapatan bersih ambles jadi Rp3,65 miliar dari Rp17,81 miliar di periode sama tahun sebelumnya.
Penurunan tersebut terjadi seiring adanya rencana pengambilalihan NAYZ oleh Saiko Consultancy Pte Ltd, sebuah perusahaan holding asal Singapura. Bahkan, berdasarkan perkembangan terakhir, Saiko secara resmi telah menandatangani perjanjian jual beli saham bersyarat (PJBS) dengan PT Asia Intrainvesta selaku pihak penjual, Kamis (30/7).
Meski beban pokok pendapatan berhasil ditekan dari Rp13,68 miliar menjadi Rp2,42 miliar, NAYZ masih membukukan penurunan laba kotor. Pada semester I 2026, jumlahnya menjadi Rp1,23 miliar dari Rp4,13 miliar.
Di saat yang sama, beban umum dan administrasi masih berada di posisi Rp3,75 miliar, kendati turun dari Rp3,95 miliar di tahun sebelumnya. Namun, jumlah tersebut masih lebih tinggi diibanding perolehan laba kotor.
Alhasil, NAYZ membukukan rugi bersih sebesar Rp2,97 miliar, kian ambles dari rugi bersih di tahun sebelumnya sebesar Rp1,16 miliar. Sejalan dengan itu, rugi per saham dasar juga terdampak. Sebelumnya rugi per saham sebesar Rp0,05 per sahamnya, kini menjadi Rp0,12 per saham.
Jika menilik laporan cashflow NAYZ, penerimaan kas dari pelanggan tercatat anjlok ekstrem hingga 84,6 persen dari Rp21,74 miliar menjadi hanya Rp3,35 miliar. Di saat yang sama, NAYZ juga tercatat gencar menggelontorkan dana untuk perolehan aset tetap. Jumlahnya melonjak dua kali lipat menjadi Rp9,18 miliar dibanding tahun lalu sebesar Rp4,74 miliar.
Sementara dari sisi arus kas pendanaan, NAYZ masih membukukan defisit Rp181,76 juta, naik dibandingkan tahun lalu sebesar Rp108,51 juta.
Hingga semester I 2026, kas dan setara kas akhir tahun tercatat sebesar Rp6,09 miliar, terdapat penurunan dari awal tahun sebesar Rp19,70 miliar.
Dari sisi neraca, jumlah aset pada semester I 2026 tercatat menurun menjadi Rp64,62 miliar dari Rp68,32 miliar pada posisi akhir tahun 2025. Terdiri dari aset lancar yang turun Rp9,37 miliar dari Rp22,37 miliar, dan aset tidak lancar sebesar Rp55,24 miliar meningkat dari Rp45,95 miliar. Hal itu ditopang aset tetap-bersih yang tercatat meningkat.
Sementara dari liabilitas tercatat menurun Rp1,71 miliar dari Rp2,43 miliar, dan ekuitas turun menjadi Rp62,91 miliar dari Rp65,8 miliar.
Related News
SMMA Diperdagangkan Lagi Usai Bayar Denda Rp150 Juta Telat Lapkeu
Dividen Interim SMDR Tebar Rp40,93 Miliar, Cek Jadwal Cum Dividen
6 Saham Ini Terjerat FCA BEI Gegara Free Float, Ada Emiten Sri Tahir
EAST Bagi Dividen Interim Rp8,25 Miliar, Cum Date 10 Agustus
Perdana, Pendapatan EMMI Loncat Empat Kali Lipat
Akuisisi NAYZ oleh Saiko Semakin Dekat, Saham Langsung Melejit





