Newport Marine (BOAT) Gelar Book Building Pasang Rp100-120 Per Saham
:
0
Salah satu kapal milik PT Newport Marine Services Tbk (BOAT.
EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) akan segera kedatangan anggota baru dengan kehadiran PT Newport Marine Services Tbk (BOAT) yang tengah bersiap menggelar penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).
Perusahaan yang bergerak di bidang sewa menyewa kapal ini akan menawarkan sebanyak 1 miliar saham atau setara 28,57 persen dari total modal yang ditempatkan dan disetor penuh.
Dalam penawaran awal, BOAT menetapkan harga saham di kisaran Rp100 hingga Rp120 per saham. Dengan demikian, perusahaan berpotensi meraup dana segar sebesar Rp120,05 miliar dari IPO ini.
Sebagian besar dana yang diperoleh, sekitar USD4,78 juta atau setara Rp75 miliar, akan digunakan untuk melunasi sebagian pokok pinjaman kepada Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (Eximbank).
Sisanya akan digunakan untuk modal kerja, terutama untuk mendukung bisnis penyewaan kapal, termasuk menyewa kapal jenis oil barge/tongkang dan anchor handling tug (AHT), serta untuk biaya operasional seperti bahan bakar kapal dan kegiatan lainnya yang berkaitan dengan usaha utama perseroan.
Masa penawaran awal (bookbuilding) pada 21-25 Oktober 2024, dengan perkiraan masa penawaran umum di 4-6 November 2024 dan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) tanggal 8 November.
BOAT bergerak di bidang perkapalan untuk kegiatan lepas pantai dengan fokus pada industri minyak dan gas bumi. Perseroan menyediaan jasa sewa menyewa kapal, baik kapal milik sendiri yang merupakan Anchor Handling Tug and Supply Vessels dan Crew / Utility Vessel, maupun kapal sewa sesuai kebutuhan pelanggan.
Related News
Celebes Mining Cabut dari HOPE, Divestasi 13,87 Persen Saham Rp67,38M
Penjualan Seragam Melesat 209 Persen, BELL Untung Dua Digit di Q1 2026
TINS Tabulasi Laba Rp1,5 Triliun, Melesat 1.183 Persen Kuartal I 2026
Tutup Kuartal I, Penjualan TRIS Naik 13,18 Persen
Makin Bengkak, WIKA Tekor Rp1,13 Triliun Kuartal I 2026
Laba PTMR Melonjak 154 Persen Q1 2026, Saham Jalani Suspensi





