Nol Utang, Marjin Laba 48 Persen: DMAS Pamer Fundamental Super Sehat
PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS), menargetkan prapenjualan (pre-sales) sebesar Rp2,08 triliun pada tahun 2026.
EmitenNews.com - PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) melaporkan kinerja solid sepanjang 2025 dengan membukukan pendapatan usaha sebesar Rp1,3 triliun berdasarkan laporan keuangan yang telah diaudit per 31 Desember 2025. Kinerja tersebut masih ditopang kuat oleh segmen industri yang menjadi kontributor utama pendapatan Perseroan.
Direktur dan Sekretaris Perusahaan DMAS, Tondy Suwanto, menyampaikan bahwa sekitar 88% pendapatan usaha Perseroan berasal dari segmen industri. Sementara itu, segmen hunian, komersial, serta rental dan hotel turut memberikan kontribusi tambahan terhadap pendapatan sepanjang tahun lalu.
Dalam keterbukaan informasi, Senin (2/3/2026), Tondy menyatakan, penjualan lahan industri pada 2025 dilakukan kepada pelanggan dari berbagai sektor strategis, mulai dari data center, FMCG, hingga sektor pangan dan turunannya.
Dari sisi profitabilitas, DMAS mencatat laba usaha sebesar Rp624 miliar dengan marjin laba usaha mencapai 48%. Laba bersih Perseroan tercatat sebesar Rp800 miliar, mencerminkan efisiensi operasional serta struktur biaya yang terkendali.
Secara fundamental, posisi keuangan DMAS terbilang sangat sehat. Total aset per akhir 2025 tercatat sebesar Rp7,12 triliun, dengan liabilitas hanya Rp509 miliar dan ekuitas mencapai Rp6,61 triliun. Perseroan menegaskan tidak memiliki utang bank seperti tercatat dalam laporan keuangan tahun buku 2025 yang diaudit Kantor Akuntan Publik Mirawati Sensi Idris
Manajemen menambahkan, dengan struktur keuangan yang kuat tersebut, DMAS terus melanjutkan pengembangan Kota Deltamas sebagai kawasan terpadu modern di timur Jakarta yang mengintegrasikan kawasan industri, komersial, dan hunian, guna menopang pertumbuhan jangka panjang Perseroan.
Related News
BPTR Diguyur Kredit Jumbo Hampir Rp700M, Ini Rencana Penggunaannya
Provident Investasi Pastikan Kesiapan Dana Pelunasan Obligasi I 2023
Sukses Dalam Berinovasi Bank Raya Raih Penghargaan di Digital Day 2026
Grup Djarum (BELI) Geber MESOP 1,50 Miliar Saham, Harga Tebus Rp430
Laba 2025 Menciut, Emiten Nikel Ifishdeco (IFSH) Beber Pendapatan Rp1T
Momentum Lebaran Jadi Katalis, ERAA Perkuat Strategi Jangka Menengah





