EmitenNews.com - Smartfren Telecom (FREN) per 31 Maret 2023 berbalik rugi Rp379,97 miliar. Nyungsep 1.621 persen dari periode sama tahun lalu dengan meraup laba Rp24,98 miliar. Efeknya, rugi per saham menjadi Rp1,13 dari episode sama tahun sebelumnya surplus Rp0,08 per lembar. 


Padahal, pendapatan menanjak tipis 3,7 persen menjadi Rp2,77 triliun dari fase sama tahun sebelumnya Rp2,67 triliun. Total beban usaha Rp2,65 triliun, bengkak 4,3 persen dari edisi sama tahun lalu Rp2,54 triliun. Beban itu meliputi penyusutan dan amortisasi Rp1,11 triliun, naik dari Rp1,04 triliun. Operasi, pemeliharaan, dan jasa telekomunikasi Rp947,19 miliar, bengkak dari Rp918,76 miliar. 


Beban penjualan dan pemasaran Rp301,15 miliar, bengkak dari Rp287,20 miliar. Beban karyawan Rp237,07 miliar, susut dari Rp243,14 miliar. Beban umum dan administrasi Rp45,33 miliar, bengkak dari Rp44,05 miliar. Laba usaha Rp124,18 miliar, mengalami koreksi dari periode sama tahun sebelumnya Rp136,55 miliar. Beban lain-lain bersih Rp372,27 miliar, bengkak dari edisi sama tahun lalu Rp232,28 miliar. 


Keuntungan selisih kurs bersih Rp244,25 miliar dari minus Rp17,14 miliar. Penghasilan bunga Rp654,52 juta, anjlok dari Rp1,44 miliar. Kerugian dari perubahan nilai wajar opsi konversi Rp24,80 miliar, bengkak dari surplus Rp11,10 miliar. Beban Bunga dan keuangan lainnya Rp269,96 miliar, bengkak dari Rp253,55 miliar. Kerugian dari investasi dalam saham Rp329,21 miliar, bengkak dari untung Rp31,93 miliar. 


Lain-lain bersih Rp6,80 miliar, meroket dari periode sama tahun sebelumnya tekor Rp6,07 miliar. Rugi sebelum pajak Rp248,08 miliar, bengkak parah dari edisi sama tahun sebelumnya tekor Rp95,73 miliar. Beban pajak tangguhan Rp131,89 miliar, bengkak dari surplus Rp120,72 miliar. Rugi tahun berjalan Rp379,98 miliar, bengkak dari episode sama tahun sebelumnya senilai Rp24,98 miliar. 


Jumlah ekuitas Rp15,37 triliun, turun dari edisi akhir tahun lalu Rp15,75 triliun. Defisit Rp25,33 triliun, bengkak dari akhir tahun lalu Rp24,95 triliun. Total liabilitas Rp30,37 triliun, turun dari posisi akhir 2022 sebesar Rp30,73 triliun. Jumlah aset Rp45,75 triliun, mengalami penyusutan dari edisi akhir tahun lalu sebesar Rp46,49 triliun. (*)