OCBC Sekuritas Bawa 4 IPO Mid-Cap Melantai Sepanjang 2026, Ada Konglo?
Presiden Direktur OCBC Sekuritas, Betty Goenawan saat ditemui awak wartawan. Foto: EmitenNews/Aji.
EmitenNews.com - PT OCBC Sekuritas Indonesia, salah satu pentolan underwriter IPO emiten NCKL, HGII, dan IKPM itu kini mengungkapkan tengah menyiapkan empat perusahaan berkapitalisasi menengah (mid-cap) dan memiliki fundamental kuat untuk melantai di Bursa Efek Indonesia sepanjang 2026.
Presiden Direktur OCBC Sekuritas, Betty Goenawan, mengatakan hal tersebut saat ditemui di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Senin (26/1/2026).
Betty juga mengatakan seluruh IPO yang dibawa OCBC tahun ini bukan berasal dari emiten besar, namun masing-masing memiliki nilai aset di atas Rp250 miliar.
“Total ada empat IPO. Satu di kuartal I, dua di kuartal II, dan satu lagi di kuartal III atau IV,” ujar Betty.
Untuk IPO terdekat yang dijadwalkan sekuritas dengan kode broker “TP” itu di sekitar Maret 2026, Betty mengungkapkan berasal dari sektor logistik. Namun, ia belum dapat membeberkan lebih lanjut identitas maupun detail bisnis perusahaan tersebut.
“Yang kuartal I itu dari sektor logistik. Untuk detailnya belum bisa kami diskusikan saat ini,” kata Betty.
Sementara itu, dua IPO yang diproyeksikan melantai pada kuartal II dan III berasal dari sektor teknologi, khususnya perusahaan dengan basis data integrated system, serta satu emiten lain dari sektor consumer goods (FMCG/Fast Moving Consumer Goods).
Menanggapi sentimen pasar terhadap sektor teknologi yang sempat mengalami volatilitas tinggi beberapa tahun terakhir, Betty melanjut bahwa OCBC Sekuritas menerapkan standar underwriting yang jauh lebih ketat.
“Kalau sektor teknologi, memang dulu (5 tahun lalu) ada hype. Tapi kali ini proses underwriting jauh lebih selektif dan ketat. Kami optimistis karena fundamentalnya kuat,” tegas Betty.
Betty menambahkan, OCBC Sekuritas hanya bersedia menjadi penjamin emisi bagi perusahaan yang memiliki kualitas bisnis dan fundamental yang baik, bukan sekadar mengandalkan prospek masa depan.
“Kami sangat selektif. Tidak semua bisa kami terima sebagai underwriter. Kami harus yakin bahwa perusahaan yang kami bawa benar-benar punya fundamental yang kuat,” ujarnya.
Terkait spekulasi pasar mengenai kemungkinan masuknya nama-nama besar konglomerasi yang sebelumnya ramai diperbincangkan akan IPO, Betty memastikan bahwa keempat IPO tersebut bukan berasal dari emiten besar yang sudah dikenal publik.
“Tidak ada nama dari konglomerasi besar. Semuanya middle cap. Yang sering diberitakan sebelumnya itu belum ada dalam pipeline kami saat ini,” pungkas Betty.
Related News
IHSG Menguat Terbatas 0,27 Persen, Energi & Properti Masih Jadi Beban
Saham Emas Beterbangan, IHSG Sesi I (26/1) Berkilau di Level 8.972
Hadirkan Saham AS, Kini Diversifikasi Aset Lebih Praktis di 1 Aplikasi
Arah Transaksi Asing di Tengah Free Float MSCI dan Bunga Acuan The Fed
Harga Sapi Hidup Untuk Ramadan Idulfitri Disepakati Rp55 Ribu/Kg
Disiapkan 5,25 Juta Benih Untuk Dukung Hilirisasi Kakao Di Polman





