Pandemi Covid-19: Bertambah 315, Total Penderita di Indonesia Kini 6.053.424 Orang
:
0
Ilustrasi pandemi Covid-19. dok. Getty Images. BlackJack3D.
EmitenNews.com - Ini update pandemi Covid-19 di Indonesia. Jumlah kasus infeksi virus Corona, atau coronavirus disease 2019 (Covid-19) di Tanah Air bertambah 315 penderita, pada Rabu (25/5/2022). Jumlahnya sedikit lebih kecil dibandingkan dengan tambahan kasus baru per Selasa (24/5/2022). Mari terus menegakkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus yang awalnya dikabarkan berasal dari Wuhan, Hubei, China itu.
Melalui Satuan Tugas Penanganan Covid-19, pemerintah mengumumkan data terbaru pandemi Covid-19 itu, sesuai informasi yang dirangkum dalam 24 jam terakhir, mulai Selasa (24/5//2022) siang hingga Rabu, pukul 12.00 WIB. Siapapun bisa mengakses data tersebut melalui laman https://covid19.go.id/, atau situs resmi Kementerian Kesehatan, kemkes.go.id, yang setiap sore diperbarui.
Dengan tambahan sebanyak 315 kasus baru itu, total kasus infeksi virus Corona per Rabu ini, berjumlah 6.053.424 orang. Jumlah itu terhitung sejak Presiden Joko Widodo mengumumkan adanya penderita infeksi virus Corona di Tanah Air, Senin (2/3/2020). Kasus perdana ini, menimpa pasangan ibu dan anak perempuannya, warga Kota Depok, Jawa Barat.
Satgas Penanganan Covid-19 juga melaporkan jumlah pasien sembuh bertambah 232 orang, sehingga totalnya menjadi 5.893.860 orang.
Sementara itu, kasus meninggal bertambah 5 orang. Dengan demikian total pasien Covid-19 yang tutup usia sampai hari ini, menjadi 156.553 jiwa.
Sebelumnya pada Selasa (24/5/2022), tercatat total kasus Covid-19 di Indonesia sebanyak 6.053.109 kasus, sembuh 5.893.628 orang, dan meninggal 156.548 jiwa.
Terjadi peningkatan 78 kasus aktif dibandingkan hari kemarin. Hal ini membuat kasus aktif Covid-19 di Indonesia saat ini mencapai 3.011 orang. Kasus aktif adalah jumlah pasien yang menjalani perawatan di rumah sakit, atau memilih menjalankan isolasi mandiri di rumah masing-masing.
Melihat perkembangan yang ada, pandemi Covid-19 harus benar-benar diwaspadai. Karena itu, pemerintah meminta masyarakat, secara kolektif memiliki tanggung jawab tinggi untuk mematuhi protokol kesehatan. Karena untuk menekan wabah Corona, dimulai dari menekan angka penularan.
Sejauh ini pemerintah menekankan pentingnya perilaku 5M –memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan membatasi mobilitas. Berdasarkan penelitian, rajin mencuci tangan bisa menurunkan risiko penularan virus, termasuk virus Corona sebesar 35 persen.
Sementara itu, jika rajin memakai masker kain, bisa mengurangi risiko penularan virus Corona hingga 45 persen. Kalau menggunakan masker medis, risiko penularan berkurang hingga 75 persen.
Related News
Dirut PLN Minta Maaf Listrik Padam, Bahlil Ungkap Masalah Utamanya
FolaPlay Perluas Akses Hiburan Digital di Seluruh Gerai Indomaret
Antisipasi Amukan El Nino Godzilla, Begini Langkah Taktis Menteri PU
Segel 17.600 Unit Motor Listrik BGN, Kejagung Ingin Pastikan Ini
Terkait Kasus Silmy Karim, KPK Geledah Tiga Lokasi Sekaligus di Bali
Siap Hadapi Libur Panjang Nataru 2027, PU Berencana Buka 10 Tol Baru





