EmitenNews.com - Mari terus mewaspadai perkembangan pandemi Covid-19. Hari ini, tambahan kasus baru infeksi virus Corona, atau coronavirus disease 2019 (Covid-19) memang lebih kecil dari kemarin. Sabtu (12/11/2022), kasus Covid-19 sebanyak 6.179 orang. Jika dibandingkan dengan kasus pada Jumat (11/11/2022), yang sebanyak 6.247 kasus, jumlah penderita baru hari ini mengalami penurunan. Tetapi, itu berarti dalam lima hari berturut-turut kasus baru tetap tinggi, di atas 6.000-an penderita.


Lihatlah. Pada Jumat (11/11/2022), kasus baru bertambah 6.247 penderita. Kemudian,  Kamis (10/11/2022), pemerintah mencatat kasus positif Covid-19 bertambah 6.294 penderita. Sebelumnya, Rabu (9/11/2022), tercatat ada 6.186 kasus baru infeksi virus Corona, dan Selasa (8/11/2022), tambahan kasus infeksi virus Corona 6.601 penderita. Jadi, sudah lima hari berturut-turut kasus baru Covid-19 di atas 6.000-an orang.


Pemerintah melalui Satuan Tugas Penanganan Covid-19, mengumumkan data terbaru pandemi Covid-19 itu, sesuai informasi yang dirangkum dalam 24 jam terakhir, mulai Jumat (11/11/2022) siang hingga Sabtu (2/11/2022), pukul 12.00 WIB. Masyarakat bisa mengakses data tersebut melalui laman https://covid19.go.id/, atau situs resmi Kementerian Kesehatan, kemkes.go.id, yang setiap sore diperbarui.


Berdasarkan data dari Satgas Covid-19, hari ini terdapat penambahan kasus positif Covid-19 sebanyak 6.179 kasus. Dengan begitu total kasus positif Covid-19 hingga Sabtu ini menjadi sebanyak 6.556.627 kasus.


Jumlah itu terhitung sejak Presiden Joko Widodo mengumumkan adanya penderita infeksi virus yang awalnya dikabarkan berasal dari Wuhan, Hubei, China itu, di Indonesia, Senin (2/3/2020). Kasus perdana ini, menimpa pasangan ibu dan anak perempuannya, warga Kota Depok, Jawa Barat.


Sejak kasus pertama tersebut, jumlah penderita infeksi virus SARS-CoV-2 di Tanah Air terus bertambah, sampai hari ini. Pandemi Covid-19 bahkan sudah menjadi momok menakutkan, seperti yang juga terjadi di berbagai belahan dunia lainnya.


Dengan perkembangan yang ada, pemerintah meminta masyarakat memiliki tanggung jawab tinggi dan secara kolektif untuk mematuhi protokol kesehatan. Karena untuk menekan wabah Corona, dimulai dari menekan angka penularan.


Untuk itu, pemerintah menekankan pentingnya perilaku 5M, yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan membatasi mobilitas.


Berdasarkan banyak penelitian, rajin mencuci tangan bisa menurunkan risiko penularan virus, termasuk virus Corona sebesar 35 persen. Sedangkan memakai masker bisa mengurangi risiko penularan virus Corona hingga 45 persen kalau memakai masker kain. Kalau menggunakan masker medis, risiko penularan berkurang hingga 75 persen.


Jadi, mari terus menegakkan protokol kesehatan secara ketat. Ini penting, untuk memutus mata rantai pandemi Covid-19, yang telah melanda negeri kita sejak Senin, 2 Maret 2020, saat kasus perdana diumumkan Presiden Jokowi.


Setelah itu kita berharap virus SARS-CoV-2 ini, enyah dari Tanah Air. Dengan begitu kita semua bisa kembali hidup normal seperti ketika pandemi Covid-19 belum melanda Negeri tercinta ini. ***