EmitenNews.com - Kasus baru pandemi Covid-19 hari ini, sudah lebih rendah dari tambahan baru kemarin, tetapi masih tinggi. Pasalnya, kasus baru sudah sempat menyentuh angka di bawah 2.000-an. Beberapa hari lalu, malah sempat di atas 5.000-an. Per Minggu (6/11/2022), kasus infeksi virus Corona, atau coronavirus disease bertambah 3.662 penderita. Bandingkan dengan Sabtu (5/11/2022) yang mencapai 4.717 orang. Mari terus menegakkan protokol kesehatan (prokes) untuk mencegah penyebarannya.


Pemerintah melalui Satuan Tugas Penanganan Covid-19, mengumumkan data terbaru pandemi Covid-19 itu, sesuai informasi yang dirangkum dalam 24 jam terakhir, mulai Sabtu (5/11/2022) siang hingga Ahad (6/11/2022), pukul 12.00 WIB. Masyarakat bisa mengakses data tersebut melalui laman https://covid19.go.id/, atau situs resmi Kementerian Kesehatan, kemkes.go.id, yang setiap sore diperbarui.


Dengan tambahan sebanyak 3.662 kasus baru, total kasus infeksi virus Corona per Ahad ini di Tanah Air mencapai 6.521.292 penderita.


Demikian terhitung sejak Presiden Joko Widodo mengumumkan adanya penderita infeksi virus yang awalnya dikabarkan berasal dari Wuhan, Hubei, China itu, di Indonesia, Senin (2/3/2020). Kasus perdana ini, menimpa pasangan ibu dan anak perempuannya, warga Kota Depok, Jawa Barat. 


Sejak kasus pertama tersebut, jumlah penderita infeksi virus SARS-CoV-2 di Tanah Air terus bertambah, sampai hari ini. Pandemi Covid-19 bahkan sudah menjadi momok menakutkan, seperti yang juga terjadi di berbagai belahan dunia lainnya.


Satgas Penanganan Covid-19 juga melaporkan per Ahad ini, kasus kesembuhan dari Covid-19 juga mengalami peningkatan, yakni sebanyak 2.495 orang dinyatakan sembuh. Dengan penambahan itu, maka total orang yang sembuh berjumlah 6.325.415 jiwa.


Sayangnya masih terdapat pasien infeksi virus Corona yang meninggal dunia. Tercatat sepanjang 5-6 November 2022 Satgas Covid-19 juga mencatatkan sebanyak 22 orang dinyatakan tutup usia. Dengan begitu menambah daftar panjang total orang yang tutup usia akibat virus Covid-19 menjadi 158.829 orang.


Dengan perkembangan yang ada, pemerintah meminta masyarakat memiliki tanggung jawab tinggi secara kolektif untuk mematuhi protokol kesehatan. Karena untuk menekan wabah Corona, dimulai dari menekan angka penularan.


Dengan semangat itu, pemerintah menekankan pentingnya perilaku 5M yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan membatasi mobilitas.


Berdasarkan banyak penelitian, rajin mencuci tangan bisa menurunkan risiko penularan virus, termasuk virus Corona sebesar 35 persen.


Sementara memakai masker bisa mengurangi risiko penularan virus Corona hingga 45 persen kalau memakai masker kain. Sementara kalau menggunakan masker medis, risiko penularan berkurang hingga 75 persen.


Jadi, mari terus menegakkan protokol kesehatan secara ketat. Ini penting, untuk memutus mata rantai pandemi Covid-19, yang telah melanda negeri kita sejak Senin, 2 Maret 2020, saat kasus perdana diumumkan Presiden Jokowi.


Setelah itu kita berharap virus SARS-CoV-2 ini, enyah dari Tanah Air. Dengan begitu kita semua bisa kembali hidup normal seperti ketika pandemi Covid-19 belum melanda Negeri tercinta ini. ***