Pandemi Covid-19: Kasus Baru di Indonesia Hari Ini Melonjak, 4.329 Penderita
:
0
Covid-19 pasien jalani perawatan di rumah sakit. dok. Merdeka.
EmitenNews.com - Mari terus mewaspadai penyebaran virus Corona. Bukan apa-apa. Hari penambahan kasus baru melonjak tinggi lagi, dibanding kemarin. Per Sabtu (16/7/2022), pemerintah melaporkan kasus infeksi virus Corona di Indonesia, atau coronavirus disease 2019 (Covid-19), bertambah 4.329 kasus. Jauh lebih tinggi dibanding Jumat (15/7/2022), yang hanya 3.331 kasus. Jadi, tetaplah menerapkan protokol kesehatan (Prokes) untuk mencegah penyebaran virus Corona.
Pemerintah melalui Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mengumumkan data terbaru pandemi Covid-19 itu, sesuai informasi yang dirangkum dalam 24 jam terakhir, mulai Jumat (15/7//2022) siang hingga Sabtu, pukul 12.00 WIB. Masyarakat bisa mengakses data tersebut melalui laman https://covid19.go.id/, atau situs resmi Kementerian Kesehatan, kemkes.go.id, yang setiap sore diperbarui.
Dengan tambahan sebanyak 4.329 kasus baru itu, total kasus COVID-19 di Indonesia sampai saat ini, berjumlah 6.131.413 kasus.
Jumlah itu terhitung sejak Presiden Joko Widodo mengumumkan adanya penderita infeksi virus yang awalnya dikabarkan berasal dari Wuhan, Hubei, China itu, di Indonesia, Senin (2/3/2020). Kasus perdana ini, menimpa pasangan ibu dan anak perempuannya, warga Kota Depok, Jawa Barat.
Sejak kasus pertama tersebut, jumlah penderita infeksi virus SARS-CoV-2 di Tanah Air terus bertambah. Pandemi Covid-19 bahkan sempat menjadi momok menakutkan, seperti yang juga terjadi di berbagai belahan dunia lainnya. Kini, meski ada kecenderungan kembali meningkat, tetapi masih terkendali.
Related News
Kejar Aturan Bursa Mineral Beroperasi 1 Januari 2027, Ini Langkah OJK
Pertengahan Agustus Ini, Pertamina Turunkan Harga LPG 5,5 dan 12 Kg
Capaian Pertumbuhan Ekonomi 2026 Prabowo VS Anwar, Siapa Memimpin?
Trump Sesumbar Selat Hormuz akan Jadi Wilayah AS
Lunasi Obligasi 7 September, Bank SulutGo Alokasikan Dana Rp750 Miliar
APBN 2027 Target Pertumbuhan 6%, Asumsi Rupiah Rp17.500/USD





