EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup menguat 0,69 persen menjadi 5.916. IHSG ditutup di atas level MA5, dan MA10, namun di bawah level MA20. Histogram positif MACD melebar, dan Stochastic RSI menguat di area pivot. So, secara teknikal IHSG diperkirakan berpotensi melanjutkan kenaikan, dan menguji level 6.000.

Namun, volume dan nilai transaksi perdagangan berlangsung relatif sepi, yaitu dengan total volume lebih dari 19.6 miliar saham, dan nilai transaksi lebih dari Rp9.4 triliun, jauh di bawah rata-rata harian perdagangan yang masing-masing sekitar lebih dari 41 miliar saham, dan sekitar Rp24 triliun.

Volume relatif menurun, dan nilai transaksi akhir-akhir ini diperkirakan karena perdagangan lebih didominasi oleh investor domestik, investor cenderung wait and see di tengah minimnya katalis positif, dan di tengah maraknya initial public offering (IPO).

Selain itu, musim liburan anak sekolah, dan sedang berlangsungnya Piala Dunja 2026 diperkirakan juga berpengaruh terhadap volume perdagangan. Ketua Badan Anggaran DPR memperkirakan kebutuhan anggaran Program MBG turun menjadi sekitar Rp174 triliun pada 2027 dari Rp268 triliun.

Perhitungan itu, didasarkan pada kebutuhan jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dan sasaran penerima manfaat program MBG. Butuh 21 ribu titik dari 27 ribu titik SPPG dengan sasaran penerima manfaat 84 ribu siswa. Kalau anggaran program itu dipangkas, maka dapat mengurangi tekanan terhadap defisit APBN, dan diperkirakan direspons positif pasar.

Berdasar data dan fakta tersebut, Phintraco Sekuritas menyarankan pelaku pasar untuk mengakumulasi sejumlah saham andalan bberikut. Yaitu, Bank BRI (BBRI), Rukun Raharja (RAJA), Bank Syariah Indonesia (BRIS), Raharja Cepu (RATU), dan Bukit Uluwatu (BUVA). (*)