Pasar Bergerak Lebih Konsolidatif, IHSG Dibayangi Gelombang Tekanan
EmitenNews.com - IHSG pada perdagangan saham kemarin ditutup menguat 50,51 poin atau 0,767%% di level 6.632,29. Nilai transaksi mencapai Rp11,7 triliun. Investor asing mencatatkan pembelian bersih alias net buy Rp 463,43 miliar di seluruh pasar.
Adapun untuk perdagangan pekan kedua bulan November ini, William Surya Wijaya CEO Indosurya Bersinar Sekuritas pada riset hariannya, Selasa (9/11/2021), mengatakan pergerakan IHSG masih akan berkutat pada range support di level 6504 dan resistance di 6672 atau lebih baik dibanding sebelumnya dengan level 6615.
Pola gerak IHSG terlihat sedang berusaha keluar dari rentang konsolidasi wajarnya, namun gelombang tekanan masih akan membayangi pergerakan IHSG hingga beberapa waktu mendatang, hal ini diiringi oleh tekanan yang terjadi pada pergerakan harga komoditas yang turut memberikan dampak terhadap emiten emiten yang berkaitan dengan komoditas sehingga membuat pasar bergerak lebih konsolidatif, hari ini IHSG berpeluang tertekan.
Indosurya Bersinar Sekuritas merekomendasikan buy untuk saham-saham seperti Unilever Indonesia (UNVR), Indofood CBP (ICBP), Bank BCA (BBCA), Tower Bersama Infrastructure (TBIG), Ciputra Development (CTRA), Bank BNI (BBNI), AKR Corporindo (AKRA) dan Summarecon Agung (SMRA).
Related News
IHSG Tumbang di Penutupan Pekan, Merosot 53 Poin ke 8.212
Bangun Ekosistem Syariah, BSN Gandeng UNS
Nyemek ala Warmindo Makin Hype!
IHSG Melemah ke 8.218, Saham Big Caps Tekan Indeks
KISI Raih Obligasi Rupiah Terbaik 2025 di Alpha Southeast Asia Award
SMV Kemenkeu Kucurkan Rp4,48 Miliar Untuk Bangun 56 Rumah Layak Huni





