Pasca Aksi Demo, IHSG Disebut Bentuk Pola High Baru
:
0
Momen kala halaman gedung BEI dijaga aparat dan dipenuhi massa aksi demo. Foto: EmitenNews/Aji.
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menembus level 6.500 pada perdagangan kemarin (27/8). IHSG ditutup menguat 1,81 persen atau naik 116,06 poin ke level 6.521,75.
Head of Research Kiwoom Sekuritas, Liza Camelia Suryanata menilai penguatan IHSG dianggap sebagai rebound yang cukup kencang. Di saat yang sama, pada Kamis kemarin, aksi demo yang berakhir damai disebut jadi katalis utama penguatan tersebut.
“Untuk shor term, ini memang efektif. Market sebenarnya tidak butuh semua masalah politik selesai hari itu juga. Yang dibutuhkan adalah kepastian bahwa situasi tidak makin memburuk, ada ruang dialog, dan ada exit mechanism yang bisa diterima kedua pihak,” tutur Liza, Kamis (27/8).
Kendati demikian, ia juga menekankan bahwa kredibilitas sesungguhnya akan diuji ketika deadline 15 Desember tiba dan komitmen yang diteken antara massa dan DPR harus berubah menjadi excecution.
“Kenaikan 1,81 persen belum berarti semua concer investor selesai. Selanjutnya yang perlu kita monitor apakah foerign flow mulai kembali konsisten masuk ke big caps, rupiah stabil, rebound IHSG berlanjut tanpa cuma mengandalkan domestic liquidity. Dan yang paling penting apakah ada measurable progress reformasi pasar modal sebelum MSCI November review,” ujar Liza.
Sementara itu secara teknikal, Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, M Nafan Aji Gusta menilai bahwa pergerakan IHSG disebut akan membentuk pola high baru karena faktor uptrend.
“Berdasarkan indikator, MA20&60 telah menunjukkan positive crossover, Stochastics K_D menunjukkan sinyal positif, dan RSI berpotensi membentuk pola golden cross,” ujarnya, Jumat (28/8).
Ia juga merespons paska aksi di depan gedung DPR yang menghasilkan komitmen DPR yang menargetkan UU Perampasan Aset selesai disahkan paling lambat 15 Desember 2026.
“Namun demikian, para pelaku pasar perlu mencermati pergerakan rupiah yang terdepresiasi 0,11% ke level Rp17.744 per dolar AS sehingga berpotensi membatasi penguatan IHSG, khususnya jika kembali memicu kekhawatiran terhadap arus modal asing,” jelas Nafan.
Adapun pada perdagangan hari ini, Nafan memproyeksikan IHSG bergerak dengan rentang support di 6.358 dan 6.273, denagn resistance area di 6.454 dan 6.552.
Related News
Ekspor SDA Lewat DSI Bulan ini Dievaluasi, Izin Tetap di K/L
BOLA-SGRO Out, BEI Hapus 17 Nama dari Daftar Efek Margin September
Daftar Efek Transaksi Margin September 2026, Ini yang Baru Masuk
IHSG Melambung 1,8 Persen ke 6.521, DSSA Masih Diburu Investor!
IHSG Lancar Naik 0,7% ke 6.450, Seluruh Sektor Hijau di Sesi I (27/8)
Analis Sorot 27 Agustus Jadi Pivot Penentu Arah Bullish & Bearish IHSG





