Pasca Pengumuman MSCI, BEI Buka Suara!
:
0
Potret Jeffrey Hendrik dalam suatu wawancara bersama media. Foto: EmitenNews/Akhmad Jiharka.
EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) merespons pengumuman MSCI Inc. dengan tegasan bahwa komunikasi antara kedua pihak telah berlangsung, termasuk penyampaian sejumlah proposal terkait pasar modal Indonesia.
Pejabat Sementara (Pjs.) Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik kala memberikan pernyataannya kepada wartawan pada Selasa (21/4/2026) menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan pertemuan langsung dengan MSCI pada pertengahan April lalu. Jeffrey dalam kesempatan terakhir juga dikabarkan telah melakukan agenda lawatan ke New York, Amerika Serikat sebelumnya.
“Kami telah bertemu dengan MSCI tanggal 16 April (2026). Kami mengapresiasi bahwa 4 proposal yang telah kami deliver di-acknowledge oleh MSCI,” ungkap Jeffrey.
Dalam pertemuan tersebut, BEI menyebut sejumlah usulan yang diajukan telah mendapatkan pengakuan dari penyedia indeks global tersebut.
Komunikasi bersama Global Index Reviewer akan Intens Berlanjut
BEI juga memastikan proses komunikasi dari tim Self-Regulatory Organization (SRO) tidak berhenti pada pertemuan tersebut, melainkan akan terus dilanjutkan dengan berbagai pihak, termasuk investor global, guna memperkuat struktur pasar modal domestik.
Jeffrey berlanjut menambahkan bahwa, “Kami (SRO Pasar Modal RI) akan terus berkomunikasi dengan index provider (MSCI). Kami juga akan terus berkomunikasi dengan investor global untuk memperoleh masukan untuk penguatan pasar modal ke depan.”
Namun demikian, BEI menjelaskan bahwa detail pembahasan dalam pertemuan dengan MSCI tertanggal 16 April 2026 tersebut tak dapat diungkap ke publik.
“Sesuai kesepakatan kedua pihak, seluruh detail pertemuan bersifat rahasia,” jelas Jeffrey.
Related News
BI dan BNM Perkuat Kerja Sama Moneter, Cek Ruang Lingkupnya
Jelang Review MSCI 12 Mei, OJK Minta Pasar Tak Panik
BEI Pantau Saham FORE, Masuk Kategori UMA
POJK 4/2026 Berlaku, OJK Pisahkan Produk Investasi & DPK Bank Syariah
BEI Pantau Ketat WBSA Akibat Konsentrasi Kepemilikan Tinggi
Setujui Dua BPR di Jatim Bergabung, Mari Dengar Harapan OJK





