EmitenNews.com - Harga minyak mentah dunia bergerak stabil di atas level USD103 per barel, sementara minyak mentah jenis Brent bertahan di atas level USD109 per barel pada perdagangan Selasa (20/10). Pergerakan harga ini menahan lonjakan kenaikan sebelumnya seiring pertimbangan investor terhadap dinamika konflik geopolitik dan aliran pasokan energi global.

Berdasarkan data Trading Economics, pasar energi mencermati perkembangan konflik di kawasan Timur Tengah dan Eropa Timur yang berkombinasi dengan pemulihan arus pengiriman minyak mentah dari Teluk Persia.

Menteri Energi AS Chris Wright menyampaikan perkembangan terkini mengenai kondisi pemulihan distribusi minyak mentah dari wilayah konflik tersebut.

"Pengiriman minyak Teluk Persia telah pulih hingga sekitar 80 persen dari tingkat sebelum perang, meskipun pengiriman produk olahan tetap terbatas," kata Menteri Energi AS Chris Wright.

Selain pemulihan arus distribusi, Pemerintahan Trump mengizinkan penjualan kapal tanker minyak yang sebelumnya dikenai sanksi agar dapat mengangkut minyak mentah secara legal. Kebijakan ini menyasar armada gelap global yang diperkirakan mencapai sekitar 1.600 kapal.

Di sisi lain, potensi gangguan pasokan tetap membayangi pasar seiring langkah Iran yang terus menegaskan kendali atas Selat Hormuz melalui beberapa laporan serangan terhadap kapal komersial. Konflik saling serang juga masih berlanjut antara Arab Saudi dan militan Houthi di Yaman, serta serangan infrastruktur energi antara Rusia dan Ukraina.(*)