Pastikan Pasokan Bahan Baku, Antam Tanda Tangani GSPA 3 Ton Emas
Ilustrasi PT Aneka Tambang (Persero) Tbk. (ANTM) memastikan kesinambungan pasokan bahan baku industri emas domestik, dengan menandatangani gold sales and purchase agreement (GSPA) dengan volume transaksi sebesar 3 metrik ton emas per tahun. Dok. Times Indonesia.
EmitenNews.com - PT Aneka Tambang (Persero) Tbk. (ANTM) memastikan kesinambungan pasokan bahan baku industri emas domestik, dengan menandatangani gold sales and purchase agreement (GSPA) dengan volume transaksi sebesar 3 metrik ton emas per tahun.
“Dengan perjanjian ini, kami memperkuat visi emas Antam sebagai emas yang bersumber dari tambang Indonesia, dimurnikan di satu-satunya dan tertua refinery bersertifikasi LBMA di Indonesia,” ujar Direktur Komersial Antam Handi Sutanto dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu (4/3/2026).
Perjanjian tersebut ditandatangani oleh Antam dengan PT Bumi Suksesindo (BSI) dan PT Puncak Emas Tani Sejahtera (PETS) yang merupakan anggota holding Merdeka Group.
Masing-masing GSPA berlaku selama dua tahun dengan volume transaksi sebesar 3 metrik ton emas per tahun. Dalam skema ini, Antam bertindak sebagai pembeli, sedangkan BSI dan PETS sebagai penjual.
Handi mengemukakan, Antam berperan sebagai penghubung penambang dengan pasar, menghubungkan hasil galian tambang bumi Indonesia hingga menjadi emas murni yang siap dimiliki masyarakat. Emas dipersembahkan kepada bangsa sebagai emas yang tahan uji dan diwariskan lintas generasi.
Melalui GSPA ini, transaksi emas granula hasil pemurnian domestik dilakukan secara terstruktur, memperkuat integrasi rantai pasok dari hulu hingga hilir di dalam negeri.
Kepastian suplai dari sumber yang dapat dipertanggungjawabkan asal-usulnya menjadi fondasi penting dalam menjaga kekuatan brand emas Antam.
“Kami ingin emas Antam menjadi emas yang berakhlak, aman dan nyaman dimiliki masyarakat. Ini sejalan dengan komitmen ESG perusahaan yang terus kami perkuat,” ucapnya.
Sebagai brand emas nasional, Antam tidak luput dari perhatian publik, termasuk media sosial. Namun, perusahaan memandang dinamika tersebut sebagai bagian dari kecintaan masyarakat terhadap brand emas nasional.
Presiden Direktur PT Merdeka Copper Gold Tbk Albert Saputro menyampaikan kerja sama dengan Antam merupakan langkah strategis untuk memastikan penyerapan produksi emas Merdeka secara optimal di dalam negeri, sekaligus memperkuat integrasi rantai pasok hulu-hilir nasional.
“GSPA ini memberikan kepastian penyerapan produksi, sekaligus memperkuat kontribusi kami terhadap industri emas domestik,” ucap Albert Saputro. ***
Related News
Pengelolaan DHE SDA Kini Bisa Dipantau Real-Time Via Kopra by Mandiri
Bidik Penuhi KBMI I, Emiten Asuransi YOII Lakukan Aksi Ini
WIFI dan Huawei Resmi Luncurkan Jaringan 5G FWA 1,4GHz Komersial
SURGE (WIFI) dan Baicells Untuk Akselerasi Layanan Internet Rakyat
MEDC Sebut Penutupan Selat Hormuz Tak Pengaruhi Operasional di Oman
YOII Dapat Lampu Hijau Right Issue, Siap Tebar 684 Juta Saham Baru





