Patenkan Peringkat Sejahteraraya (SRAJ) idA, Ini Pertimbangan Pefindo
:
0
EmitenNews.com - Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menetapkan peringkat idA PT Sejahteraraya Anugrahjaya (SRAJ). Prospek terhadap peringkat perusahaan itu stabil. Obligor menyandang peringkat idA berkemampuan kuat untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang.
Meski demikian, kemampuan obligor mungkin akan mudah terpengaruh perubahan buruk keadaan, dan kondisi ekonomi dibanding obligor dengan peringkat lebih tinggi. Peringkat perusahaan mencerminkan kualitas layanan baik, potensi pertumbuhan pendapatan kuat, dan permintaan kuat untuk layanan kesehatan. Namun, peringkat dibatasi struktur permodalan moderat, dan persaingan ketat industri rumah sakit.
Peringkat dapat dinaikkan jika perseroan secara signifikan memperkuat posisi bisnis, dibuktikan dengan pertumbuhan pendapatan kuat, dan peningkatan marjin EBITDA, yang mencerminkan keberhasilan melaksanakan proyek ekspansi rumah sakit. ”Itu juga harus dibarengi perbaikan struktur permodalan berkelanjutan,” tulis Qorri Aina, Analyst Pefindo.
Di sisi lain, peringkat dapat diturunkan jika kinerja bisnis perusahaan memburuk dan/atau proteksi arus kas perusahaan melemah, sebagai akibat dari penurunan signifikan dalam marjin dan/atau investasi didanai utang lebih tinggi dari proyeksi. Berdiri pada 1991, Sejahteraraya Anugrahjaya menyediakan layanan medis bermerek Mayapada.
Perusahaan mengoperasikan 5 rumah sakit tersebar di Jabodetabek, dan Surabaya. Per 31 Maret 2022, pemegang saham Sejahteraraya meliputi PT Surya Cipta Inti Cemerlang 59,99 persen, High pro Investment Limited 18,17 persen, Wing Harvest Limited 15,46 persen, dan lainnya termasuk publik 6,38 persen. (*)
Related News
Laba WINS Melonjak 194 Persen di Q1 2026, Ditopang Kapal High-Tier
Laba IMPC Naik 33 Persen Q1 2026, Targetkan Tembus Rp700M Akhir Tahun
Pendapatan Jasnita (JAST) Naik 48 Persen Q1 2026, Tapi Masih Merugi
Penjualan Rp2,78T, ULTJ Catat Lonjakan Laba 35,89 Persen di Q1-2026
Petinggi BEEF Lego 250 Juta Saham Setara Rp65M, Sisa Porsi 5,03 Persen
TLDN Raup Pendapatan Meningkat 6,8 Persen di Q1 2026, Setara Rp1,37T





