Pefindo Pastikan Penurunan Rating Jika PALM Agresif Biayai Investasi Dengan Utang
EmitenNews.com—PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan akan menurunkan peringkat PT Provident Investasi Bersama Tbk (PALM), apabila emiten yang dikendalikan oleh PT Provident Capital Indonesia ini secara agresif membiayai investasi melalui utang.
Hal tersebut disampaikan Tim Riset Pefindo dalam Ikhtisar Pemeringkatan yang dipublikasi di Jakarta, Kamis (19/1). Sebelumnya, Pefindo telah menyematkan peringkat PALM di level idA (Single A), dengan prospek 'Stabil'.
"Peringkat dapat turun, apabila perusahaan (PALM) secara agresif membiayai investasinya dengan utang yang substansial pada tingkat di mana hal ini akan memperlemah struktur permodalan atau proteksi arus kas," tulis Tim Riset Pefindo.
Pefindo juga menyampaikan, tekanan lainnya yang bisa menurunkan rating PALM dapat berasal dari akuisisi investasi pada entitas-entitas dengan kualitas kredit yang lebih lemah, sehingga bakal mempengaruhi kualitas kredit portofolio investasi PALM secara keseluruhan.
"Selain itu, penurunan signifikan pada fundamental terkait portofolio investasi secara keseluruhan, seperti penurunan harga komoditas ---khususnya emas dan perak--- dapat menyebabkan penurunan peringkat. Karena, hal ini mempengaruhi kinerja dan harga saham dari perusahaan-perusahaan pada portofolio PALM," sebut Tim Riset Pefindo.
Namun demikian, peringkat PALM bisa saja dinaikkan, apabila perseroan dapat mendiversifikasi portofolio investasi dengan menambahkan entitas-entitas dengan kualitas kredit yang lebih kuat dibandingkan dengan portofolio pada saat ini.
Perlu diketahui, peringkat PALM di level idA mencerminkan kualitas kredit yang kuat pada portofolio investasi perseroan, struktur permodalan yang konservatif, serta arus kas dan likuiditas yang kuat. "Namun peringkat dibatasi oleh portofolio investasi yang terkonsentrasi dan pendapatan berulang yang sangat rendah," tulis Pefindo.
Related News
SURGE Gandeng FiberHome Hadirkan Solusi 5G FWA 1,4GHz Pertama di Dunia
MTEL-Anak Usaha Airbus Lanjutkan Kolaborasi Konektivitas Stratospace
Emiten Keluarga Kalla BUKK Masuk Bisnis Pengolahan dan Pengadaan Gas
BREN Pacu Kapasitas Pembangkit Panas Bumi Tembus 1 GW Pada 2026
Kelangsungan Usaha Dalam Masalah Serius, BEI Lanjut Gembok WIKA
Free Float Masih Jadi PR, ALMI Akui Belum Capai Titik Temu





