PEFINDO Resmi Jadi Penyedia Reviu Eksternal untuk Green Bond
:
0
Logo usaha Pefindo
EmitenNews.com -PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mengumumkan peluncuran layanan sebagai penyedia reviu eksternal atas ebus berlandaskan lingkungan (Green Bond Verifier/GVB).
Hal ini memperkuat posisinya sebagai lembaga pemeringkat yang berkomitmen dalam mendukung perkembangan keuangan berkelanjutan di indonesia.
Kehadiran layanan gbv ini merupakan respon terhadap pesatnya pertumbuhan pasar green bond global dan regional, serta sejalan dengan komitmen indonesia dalam mencapai pefindo berkomitmen untuk berkontribusi dalam upaya mendorong pertumbuhan sustainable financing di indonesia.
“ Kami meyakini bahwa kehadiran gbv akan memperkuat ekosistem green bond nasional dan mendukung tercapainya target net zero emission indonesia," ujar Irmawati, ceo PT pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).
Fenomena ini ditandai dengan semakin meningkatnya kesadaran investor dan emiten terhadap pentingnya instrumen keuangan yang ramah lingkungan.
Sebelum meluncurkan layanan ini, Pefindo telah memperoleh persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan/OJK untuk menjalankan kegiatan usaha lain sebagai penyedia reviu eksternal.
Selain itu, Pefindo juga telah memperoleh pengakuan berupa sertifikasi dari Climate Bonds Initiative (CBI), sebuah organisasi internasional yang menjadi acuan global dalam standar green bond, sebagai cbi approved verifier.
Pengakuan ini menegaskan kompetensi pefindo dalam melakukan verifikasi sesuai standar internasional dan menjadikannya mitra tepercaya bagi calon penerbit.
Pefindo juga telah menjalin kerjasama strategis dengan Indonesia Environmental and Social Advisory (IESA).
Dalam kolaborasi ini, Pefindo berperan sebagai verifier yang menilai kesesuaian kerangka kerja green bond dengan standar atau taksonomi yang telah ditetapkan, sementara iesa memberikan asistensi teknis terhadap proses verifikasi yang dilakukan pefindo.
Related News
BEI Akan Gelar Lelang 11 Saham Bursa pada 3 Agustus 2026
BEI Kaji Aturan Saham FCA: Hapus 3 Kriteria hingga Atur Batas ARA
Terkonsentrasi Tinggi, BEI Labeli HSC Saham HATM Sebesar 96,09 Persen
OJK Beber Hong Kong Bakal Jadi Benchmark Demutualisasi Bursa
Pengumuman BEI, Ada Saham Masuk Radar HSC
OJK Tegaskan Pidato Presiden Bukan Pemantik Volatilitas IHSG





