EmitenNews.com - Peluang Bobibos terbuka sebagai pengganti BBM fosil. Pemerintah akan menguji bahan bakar nabati dari jerami produk PT Inti Sinergi Formula itu. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral akan melakukan pembahasan uji laboratorium bahan bakar alternatif tersebut.

Informasi yang dikumpulkan Kamis (30/4/2026), Bobibos diluncurkan pada 2 November 2025. BBM berbahan baku jerami ini diklaim punya RON 98 dan sepenuhnya ramah lingkungan karena terbuat dari nabati. BBM ini juga diklaim lebih murah sehingga bisa menjadi solusi buat masyarakat. 

Untuk menguji klaim tersebut, Kementerian ESDM memanggil pihak Bobibos untuk membahas pengujian bahan bakar itu.

Direktur Teknik dan Lingkungan Migas Kementerian ESDM, Noor Arifin Muhammad mengungkapkan, pemanggilan tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan awal pada 14 April 2026. Pemerintah ingin mematangkan rencana pengujian laboratorium serta memastikan standardisasi dan klasifikasi produk sebelum dipasarkan atau digunakan secara luas di masyarakat.

Pihak Bobibos diminta  segera melakukan pengujian yang diperlukan guna menentukan posisi produk ini, apakah masuk dalam kategori BBN (bahan bakar nabati) atau BBM (bahan bakar minyak).

"Secara detail, teknis pengujian akan sepenuhnya dilakukan oleh Lemigas. Kami minta Bobibos proaktif menindaklanjuti langkah-langkah teknis ini agar prosesnya akuntabel," ujar Noor.

Founder Bobibos M Iklas Thamrin mengemukakan, proses pengujian akan dilakukan secara komprehensif dan berjenjang. Untuk tahap awal, oleh Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas). Uji laboratorium Lemigas akan pengujian menentukan karakter bahan bakar.

Dalam tahap awal tersebut, pengujian akan mencakup berbagai aspek penting, seperti sifat fisika dan kimia, stabilitas, kompatibilitas dengan mesin, kemudahan mengalir, kualitas penyalaan, hingga tingkat korosivitas.

Nantinya, performa bahan bakar juga akan dilakukan pengujian. Termasuk uji emisi gas buang, daya tahan mesin, pembentukan deposit hasil pembakaran, serta penilaian komponen mesin.

Rencananya, Lemigas akan mengambil sampel Bobibos dari tangki penyimpanan pada beberapa titik. Nantinya, ditentukan bahwa Bobibos masuk kategori bahan bakar yang mana, eksisting atau jenis baru, maka akan ditentukan parameternya.