EmitenNews.com - Wismilak Inti Makmur (WIIM) sepanjang 2021 mencatat penjualan Rp2,73 triliun. Naik 37,18 persen dari periode sama tahun sebelumnya senilai Rp1,99 triliun. Hanya, beban penjualan ikut membengkak.


Selama periode itu, beban penjualan Rp2,08 triliun. Melesat 52,94 persen dari periode sama 2020 di level Rp1,36 triliun. Lalu, laba kotor Rp651,52 miliar. Naik tipis 4,16 persen dari edisi sama tahun sebelumnya Rp625,44 miliar. 


Laba usaha tercatat Rp201,37 miliar. Mengalami koleksi tipis 1,73 persen dari tahun sebelumnya Rp204,87 miliar. Total laba tahun berjalan Rp176,87 miliar. Menanjak tipis 2,53 persen dari periode sama 2020 sejumlah Rp172,50 miliar. 


Laba bersih terkumpul Rp176,66 miliar. Meningkat 2,41 persen dari periode sama 2020 di kisaran Rp172,50 miliar. Selanjutnya, laba per saham dasar naik 2,56 persen menjadi Rp84,13 dari edisi sama 2020 sebesar Rp82,03.


Total aset tercatat Rp1,89 triliun, melesat 17,39 persen dari edisi sama 2020 di kisaran Rp1,61 triliun. Ekuitas melonjak 11 persen menjadi Rp1,31 triliun dari periode sama 2020 sejumlah Rp1,18 triliun. 


Lalu, total liabilitas Rp572,78 miliar, menanjak 33,64 persen dari edisi sama 2020 senilai Rp428,59 miliar. ”Utang menanjak akibat peningkatan utang kepada kantor Bea dan Cukai Rp198,11 miliar. Peningkatan itu, karena ada kenaikan pembelian pita cukai tersebab peningkatan penjualan,” tutur Lucas Firman Djajanto, Direktur Wismilak Inti Makmur. (*)