EmitenNews.com - Tim yang sukses mengangkat trofi Piala Dunia 2026 dipastikan bakal pulang membawa hadiah uang tunai fantastis sebesar 50 juta USD atau sekitar 817,5 miliar Rupiah (asumsi kurs 16.350 Rupiah per USD). Namun, hadiah jumbo ini tidak akan diterima bersih karena otoritas pajak Amerika Serikat, Internal Revenue Service (IRS), sudah bersiap memotong jatah mereka.

Melansir laporan keuangan dari MarketWatch, total hadiah bagi sang jawara kali ini melonjak tajam dibanding edisi-edisi sebelumnya. Kenaikan ini sejalan dengan target komersial federasi sepak bola dunia yang ikutan meroket pada siklus turnamen tahun ini.

"Tim yang memenangkan Piala Dunia akan menghasilkan 50 juta USD, dan IRS mendapatkan bagian darinya," tulis MarketWatch dalam laporan analisis keuangan olahraga mereka terkait turnamen yang digelar di kawasan Amerika Utara tersebut.

Urusan potong-memotong pajak ini terbilang rumit karena status hukum negara finalis yang berbeda, contohnya jika Spanyol atau Argentina yang keluar sebagai juara. Aturan standar IRS sendiri menetapkan potongan pajak flat hingga 30 persen untuk atlet asing, yang berarti sekitar 15 juta USD atau setara 245,2 miliar Rupiah bisa langsung melayang.

Untungnya, Spanyol memiliki perjanjian pajak internasional (tax treaty) dengan Amerika Serikat yang bisa memberikan keringanan agar tidak kena pajak ganda. Nasib berbeda harus dihadapi Argentina yang tidak punya perjanjian serupa, sehingga mereka berpotensi kena tarif penuh atau harus repot menegosiasikan kesepakatan pemotongan terpusat (CWA) berdasarkan pendapatan bersih tim.

Bagi publik sepak bola dan otoritas olahraga di Indonesia, nominal hadiah ratusan miliar Rupiah beserta drama pajaknya ini menjadi gambaran nyata betapa raksasanya perputaran uang di industri olahraga modern. Angka 50 juta USD ini pun sukses menjadi standar baru bagi bisnis hak siar, sponsor global, hingga tiket turnamen internasional.

Meski harus rela "dipalak" oleh regulasi ketat pemerintah Amerika Serikat, sisa hadiah bersih yang dikantongi federasi pemenang dinilai masih sangat besar. Dana segar tersebut nantinya bakal dialokasikan untuk membiayai program sepak bola usia muda dan fasilitas olahraga di negara sang juara.(*)