Pemerintah Gandeng Perusahaan Teknologi Inggris Perkuat Pusat Data
:
0
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto pada acara 1-Dekade IDPRO 2026: Indonesia's Future through the Development and Strengthening of Digital Talent in Indonesia's Data-Centre Sector as an ASEAN Hub Centre of Excellence, di Jakarta, Rabu (24/06).(Foto: Ekon)ketika menghadiri Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah di Jakarta, Senin (25/05).Foto: Ekon
EmitenNews.com - Pemerintah memperkuat ekosistem pusat data nasional melalui kerja sama dengan perusahaan teknologi ARM asal Inggris di Jakarta pada Rabu (24/6). Langkah strategis ini diambil guna mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional di atas 8 persen.
"Indonesia ingin tumbuh lebih dari 8 persen dan salah satu pengungkitnya adalah digital economy. Dan kuncinya adalah tentunya AI, dan AI itu akan ada kalau infrastrukturnya data centernya baik," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dalam keynote speech pada acara 1-Dekade IDPRO 2026: Indonesia's Future through the Development and Strengthening of Digital Talent in Indonesia's Data-Centre Sector as an ASEAN Hub Centre of Excellence, di Jakarta, Rabu (24/06).
Kerja sama dengan ARM Limited, raksasa teknologi asal Inggris yang sebelumnya telah menandatangani kerangka kerja bersama Badan Pengelola Investasi Danantara, berfokus pada penguasaan teknologi semikonduktor. Kolaborasi strategis ini secara spesifik mencakup pengembangan desain cip, perencanaan manufaktur, hingga program pelatihan intensif bagi tenaga ahli lokal. ARM dikenal luas di dunia sebagai penyedia kekayaan intelektual (IP) teknologi yang menggerakkan mayoritas perangkat seluler global.
Melalui kemitraan ini, pemerintah mendorong hilirisasi dalam industri semikonduktor nasional supaya melengkapi target industri kendaraan listrik (EV), sistem penyimpanan energi baterai (battery storage system), teknologi telepon genggam, serta pengembangan internet of things (IoT). Selain pembangunan infrastruktur fisik, penguasaan teknologi rancang bangun cip ini ditujukan langsung untuk mengisi kebutuhan talenta digital yang masif di dalam negeri.
Indonesia diperkirakan membutuhkan sekitar 9 juta talenta digital hingga tahun 2030, atau setara dengan 600 ribu tenaga digital baru setiap tahunnya. Oleh sebab itu, program transfer teknologi dan pelatihan bersama ARM diproyeksikan mampu mempercepat kesiapan sumber daya manusia lokal dalam mengelola ekosistem digital yang andal dan aman.
Selain memperkuat sektor hulu semikonduktor, pemerintah aktif memperkuat regulasi digital di tingkat regional. Indonesia terus mendorong implementasi kerja sama melalui Digital Economic Framework Agreement (DEFA) ASEAN yang diharapkan dapat segera ditandatangani pada pertemuan ASEAN Summit mendatang untuk membuka peluang pasar ekonomi yang lebih luas.(*)
Related News
Program ESG SIG di Aceh Beri Manfaat Sosial 2,5 Kali Lipat Investasi
Ditolak Kejagung, Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator ke LPSK
Kejagung Rilis 12 Kasus Korupsi Fantastis, Libatkan Pejabat dan Swasta
Buron Sejak Orde Baru, Kejagung Terus Buru Aset Koruptor Eddy Tansil
Mau El Nino, Tapi Stok Beras Bahkan Aman Sampai Mei Tahun Depan
Setop Kebocoran, Prabowo Bertekad Terus Perketat Pengawasan SDA





